Cardi B: Di Balik Citra Nyentrik, Ada Pebisnis Cerdas yang Sering Diremehkan
Baca dalam 60 detik
- Rapper Cardi B mengaku kerap dipandang sebelah mata, padahal ia telah membangun portofolio investasi dan kemitraan strategis di luar musik.
- Dengan total penjualan 100 juta rekaman, ia kini fokus mengamankan masa depan finansial untuk ketiga anaknya, termasuk putra bungsu yang lahir November 2025.
- Langkahnya menjadi mitra ekuitas Zevia menunjukkan pergeseran dari sekadar artis menjadi pemilik merek yang ingin produknya hadir di setiap rak toko.

Di balik persona panggung yang blak-blakan dan penuh energi, Cardi B menyimpan sisi lain yang jarang tersorot: naluri bisnis yang tajam. Dalam wawancara terbaru dengan USA Today, perempuan 33 tahun itu mengungkapkan bahwa banyak pihak kerap meremehkan kemampuannya dalam mengelola karier dan keuangan. “Orang tidak tahu seberapa cerdiknya saya,” ujarnya, menegaskan bahwa penampilannya yang ceplas-ceplos kerap membuat publik lupa pada ambisi besarnya di luar industri musik.
Cardi B—yang memulai karier sebagai penari sebelum meledak sebagai penyanyi dengan 100 juta rekaman terjual di seluruh dunia—kini mengarahkan fokusnya pada warisan jangka panjang. Ia mengaku bahwa motivasinya bukan lagi sekadar kesuksesan pribadi, melainkan masa depan ketiga anaknya. Dua anak dari pernikahannya dengan rapper Offset, ditambah seorang bayi laki-laki yang lahir pada November 2025 dari hubungannya dengan pemain NFL Stefon Diggs, menjadi alasan utama ia semakin selektif dalam setiap langkah bisnis.
Salah satu bukti nyata kecerdasan finansial Cardi B adalah keterlibatannya sebagai mitra ekuitas di Zevia, perusahaan minuman ringan tanpa gula dan tanpa kalori yang menggunakan pemanis alami. Ia tidak hanya menjadi duta merek, tetapi juga pemegang saham yang ikut menentukan arah perusahaan. “Bagi saya, menjadi pemegang saham berarti semua yang saya investasikan harus bisa menjadi besar. Saya tidak ingin terlibat dalam proyek kecil-kecilan. Saya ingin produk saya ada di setiap toko yang saya datangi,” kata Cardi B, menggambarkan ambisinya untuk membangun imperium bisnis yang nyata, bukan sekadar endorsement sesaat.
Di luar urusan investasi, Cardi B juga mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, terutama setelah memasuki usia 30-an. Ia mengaku bukan tipe orang yang selalu makan makanan bergizi—“Saya bisa makan sepuluh potong sayap ayam,” katanya—tetapi ia berusaha menyeimbangkannya. Pendekatan moderat juga diterapkan pada pola makan anak-anaknya. Ia ingin memberikan camilan dan minuman yang lebih sehat, namun tidak segan memberi ‘hadiah’ manis selama dalam batas wajar. “Semuanya soal keseimbangan,” tegasnya.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah Cardi B ini bisa menjadi refleksi tentang pentingnya literasi keuangan di kalangan selebritas. Di tengah maraknya artis Tanah Air yang terjun ke bisnis F&B atau produk kecantikan, pendekatan Cardi B yang memilih menjadi mitra ekuitas—bukan sekadar brand ambassador—menawarkan model yang lebih berkelanjutan. Alih-alih hanya menerima bayaran, ia ikut memiliki saham dan berkepentingan langsung terhadap pertumbuhan perusahaan. Ini adalah langkah yang jarang dilakukan oleh banyak figur publik di Indonesia, yang lebih sering terjebak dalam kontrak endorsement jangka pendek.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah Cardi B akan memperluas portofolio investasinya ke sektor lain seperti teknologi atau properti? Atau justru akan fokus mengembangkan Zevia menjadi pemain global yang lebih dominan? Yang jelas, ia telah membuktikan bahwa di balik riuh rendah panggung hip-hop, ada seorang pebisnis yang tahu persis cara mengamankan masa depan—dan ia tidak akan berhenti sampai produknya ada di setiap sudut toko.



