George Clooney Menepis Peluang Maju Capres AS: Usia 65 Tahun Terlalu Tua, Partai Demokrat Butuh Suara Muda
Baca dalam 60 detik
- Aktor peraih Oscar, George Clooney, secara tegas menolak untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS dengan alasan faktor usia.
- Clooney mendesak Partai Demokrat untuk memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda yang dinilai membawa gagasan segar.
- Pernyataan ini muncul setelah kritiknya terhadap Joe Biden dan pidato kerasnya di Festival Film Venesia tentang bahaya politik ketakutan.

George Clooney, aktor Hollywood yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Partai Demokrat, menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. Di usianya yang kini menginjak 65 tahun, bintang film Ocean's Eleven itu justru menilai bahwa partainya membutuhkan wajah-wajah baru yang lebih muda untuk membawa perubahan. Pernyataan ini disampaikan Clooney di sela-sela acara di Venesia, Jumat (4/9/2026), dan langsung menjadi sorotan media internasional.
Menurut Clooney, regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat adalah sebuah keniscayaan. Ia mengaku tidak akan mendukung kandidat yang seusia atau lebih tua darinya, karena menurutnya ide-ide segar hanya bisa lahir dari generasi yang lebih muda. “Saya akan sangat antusias mendukung siapa pun, tetapi bukan mereka yang seusia saya atau lebih tua. Saya pikir kita perlu memasukkan orang-orang yang lebih muda,” ujarnya seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pernyataan ini bukan kali pertama Clooney bersuara soal usia dalam politik AS. Sebelumnya, pada pertengahan 2024, ia menulis opini di The New York Times yang mendesak Joe Biden, yang saat itu berusia 81 tahun, untuk mundur dari pencalonan presiden. Clooney bahkan mengaku kecewa melihat kondisi Biden yang dinilainya menurun drastis saat menghadiri acara penggalangan dana. “Sungguh menyedihkan untuk mengatakan ini, tetapi Joe Biden yang saya temui tiga minggu lalu bukanlah Joe Biden yang saya kenal pada 2010. Bahkan bukan Joe Biden versi 2020,” tulisnya saat itu.
Kritik Clooney terhadap Biden terbukti membuahkan hasil. Biden akhirnya mengundurkan diri dari bursa pencalonan presiden dan digantikan oleh Kamala Harris. Namun, langkah tersebut tidak serta-merta mengantarkan Demokrat kembali ke Gedung Putih. Kini, dengan kembalinya Donald Trump ke tampuk kekuasaan, Clooney semakin vokal mengingatkan bahaya politik yang memecah belah.
Dalam pidato penerimaan penghargaan Golden Lion untuk pencapaian seumur hidup di Festival Film Venesia, Clooney melontarkan kritik tajam terhadap mereka yang dianggapnya “berdagang ketakutan”. Ia menyebut bahwa saat ini banyak penguasa dan konglomerat yang berusaha memecah belah masyarakat dengan menebar kebencian. “Kita hidup di masa ketika orang-orang yang berkuasa, mereka yang memiliki uang paling banyak, menyuruh kita untuk saling takut,” kata Clooney di hadapan para sineas dunia.
Lebih lanjut, Clooney menegaskan bahwa sejarah selalu berpihak pada mereka yang berani mempertanyakan kekuasaan. “Kelompok pertama yang coba dibungkam oleh rezim otoriter bukanlah politisi, melainkan jurnalis yang bertanya. Mereka adalah seniman yang menolak jawaban sederhana; para pembuat film, penulis, aktor, dan musisi yang bersikeras bahwa orang yang tidak pernah Anda temui pun layak mendapat empati Anda,” tegasnya. Baginya, cerita selalu menjadi ancaman bagi mereka yang takut pada buku, musik, dan narasi yang membuka pikiran.
Pernyataan Clooney ini menarik untuk disimak dalam konteks politik global, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, wacana tentang kepemimpinan muda juga kerap mengemuka, terutama menjelang pemilihan umum. Banyak kalangan menilai bahwa regenerasi politik adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman, meskipun realitasnya masih didominasi oleh wajah-wajah lama. Fenomena ini menunjukkan bahwa perdebatan tentang usia dan kepemimpinan bukan hanya milik Amerika Serikat, tetapi juga relevan bagi negara-negara demokrasi lain, termasuk Indonesia.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: akankah Partai Demokrat benar-benar mendengarkan seruan Clooney untuk memberi ruang bagi generasi muda? Atau justru aktor sekaliber Clooney yang suatu saat akan berubah pikiran dan terjun ke dunia politik? Yang jelas, suara Clooney kali ini kembali mengingatkan bahwa politik yang sehat membutuhkan keberanian untuk berubah dan melawan narasi ketakutan.



