Ariana Grande: Riasan Wajah dan Rambut adalah Bahasa Cerita di Atas Panggung
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande menyebut tata rias dan rambut sebagai elemen naratif utama dalam tur konser Eternal Sunshine Tour.
- Tim rias andalannya, Michael Anthony dan Alyx Liu, disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari pertunjukan.
- Selain riasan, Ariana juga memperkuat koneksi dengan penggemar lewat lini parfum Lovenotes yang baru diperluas.

Pop superstar Ariana Grande kembali menunjukkan bahwa penampilan panggung bukan sekadar soal estetika. Dalam wawancara terbaru dengan Vogue, pelantun "Thank U, Next" itu mengungkapkan bahwa rambut dan riasan wajah yang ia kenakan selama Eternal Sunshine Tour merupakan "bagian besar dari penceritaan" โ sebuah medium yang menyatukan musik, akting, dan identitas visual.
Tur yang dimulai di Oakland, California, pada 6 Juni lalu ini menjadi panggung bagi kolaborasi erat antara Ariana dan tim kecantikannya yang sudah lama mendampingi, Michael Anthony (make-up) dan Alyx Liu (rambut). Menurut Ariana, pertunjukan tidak akan lengkap tanpa kontribusi mereka. "Make-up dan rambut adalah bagian besar dari penceritaan, baik untuk musik maupun akting. Seni saya tidak akan berarti tanpa seni mereka," ujarnya.
Anthony, yang telah bekerja sama dengan Ariana selama beberapa tahun, menjelaskan bahwa tampilan panggung dirancang untuk memancarkan kesan "bersinar dan bak bidadari". Ia menambahkan, "Riasan ini benar-benar cerminan energi di antara kami. Tidak mengherankan jika ia tampak begitu memukau di setiap pertunjukan." Salah satu produk andalan yang digunakan adalah Essential Drip Glossy Balm dari lini kecantikan milik Ariana sendiri, r.e.m. Beauty, dalam warna Cosmo.
Tak hanya soal riasan panggung, Ariana juga terus memperkuat hubungan dengan penggemar lewat lini parfum Lovenotes. Koleksi ini ia sebut sebagai "surat cinta kecil" untuk para penggemarnya. Varian terbaru, Plush Vanilla, dirilis secara eksklusif di Sephora. "Peluncuran koleksi ini sangat istimewa bagi saya. Saya sangat bersemangat melanjutkan cerita ini dan memberikan surat cinta berikutnya untuk penggemar," kata Ariana. Ia menambahkan bahwa wewangian ini "sangat adiktif dan lezat", serta menjadi favorit pribadinya dari seluruh koleksi Lovenotes.
Koleksi Lovenotes sendiri mencakup varian Vanilla Suede, Angels Kiss, Pink Woods, dan Pressed Petals. Dalam pernyataan resmi di situs Ariana Grande Fragrances, disebutkan bahwa Lovenotes adalah "upaya personal untuk menjadikan aroma sebagai bahasa cinta universal yang utama. Setiap wewangian dalam koleksi eksklusif ini adalah surat cinta dari Ariana untuk dunia, menyampaikan pesan kegembiraan, rasa syukur, dan kasih sayang yang tak lekang waktu."
Fenomena ini menarik untuk dicermati di tengah industri hiburan Indonesia, di mana idola K-Pop dan musisi lokal juga mulai memanfaatkan riasan sebagai bagian dari narasi visual. Namun, pendekatan Ariana yang mengintegrasikan produk kecantikan miliknya sendiri โ dari r.e.m. Beauty hingga lini parfum โ menunjukkan strategi bisnis yang terpadu: setiap elemen penampilan adalah ekstensi dari merek pribadi. Bagi penggemar di Indonesia, tren ini bisa menjadi inspirasi bahwa kecantikan bukan hanya soal penampilan, melainkan alat bercerita yang kuat.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Ariana membawa pendekatan naratif ini ke panggung-panggung Asia, termasuk Indonesia? Atau, mungkinkah kita akan melihat kolaborasi serupa dari musisi tanah air yang mulai merambah lini kecantikan? Yang jelas, Ariana Grande telah membuktikan bahwa riasan dan rambut bisa menjadi lebih dari sekadar aksesori โ ia adalah bahasa yang berbicara langsung ke hati penonton.



