Nasib Romagnoli di Ujung Tanduk: Transfer ke Al-Sadd Terancam Batal Lagi
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan transfer Alessio Romagnoli dari Lazio ke Al-Sadd senilai โฌ3 juta terancam gagal untuk kedua kalinya dalam enam bulan.
- Al-Sadd dilaporkan ragu-ragu menuntaskan kontrak tiga tahun senilai โฌ18 juta bersih, dipengaruhi ketidakstabilan politik global.
- Bek berusia 31 tahun itu masih terikat kontrak dengan Lazio hingga akhir musim, setelah gagal hengkang pada Januari lalu.

Kepindahan Alessio Romagnoli ke klub Qatar Al-Sadd kembali berada di ambang kegagalan, setelah kesepakatan yang sudah disetujui Lazio beberapa pekan lalu tak kunjung terealisasi. Bek berusia 31 tahun itu kini terkatung-katung menunggu kepastian, sementara isu mundurnya klub Timur Tengah dari negosiasi semakin santer terdengar.
Transfer ini seolah dihantui nasib buruk sejak awal. Pada bursa Januari lalu, Romagnoli sudah mendorong keras untuk hengkang, bahkan sempat melambaikan tangan kepada suporter Lazio sebagai salam perpisahan. Namun, berkas administrasi yang tidak rampung tepat waktu membuat kesepakatan batal, dan ia bertahan di Roma selama enam bulan tambahan.
Memasuki akhir Juni, media Italia ramai memberitakan bahwa Romagnoli telah menandatangani kontrak dengan Al-Sadd. Nilai transfer disebut mencapai sekitar โฌ3 juta, dengan gaji bersih โฌ18 juta selama tiga musim. Namun, satu bulan berselang, pemain asal Italia itu masih berada di tanah airnya menunggu lampu hijau dari klub Qatar.
Menurut laporan La Repubblica dan Tuttomercatoweb, Al-Sadd tiba-tiba ragu-ragu menuntaskan kontrak bernilai besar tersebut. Situasi politik global yang tidak stabil disebut turut mempengaruhi keputusan klub asal Qatar itu. Ketidakpastian ini membuat Romagnoli berpotensi mengalami kegagalan transfer untuk kedua kalinya dalam waktu enam bulan.
Bagi Lazio, situasi ini menjadi dilema. Romagnoli masih menjadi bagian skuad, tetapi masa depannya di klub ibu kota tidak menentu. Ia bergabung dengan Lazio sebagai agen bebas dari AC Milan pada 2022, dan kontraknya akan berakhir pada Juni 2025. Jika transfer batal, Lazio harus memutuskan apakah akan mempertahankannya hingga kontrak habis atau mencari pembeli lain di bursa mendatang.
Dari perspektif Indonesia, kisruh transfer ini mengingatkan pada fenomena pemain yang gagal pindah ke klub Asia karena perubahan situasi politik atau ekonomi. Banyak pemain Eropa yang melirik liga Qatar dan Timur Tengah pada umumnya, tetapi ketidakstabilan regional kerap menjadi batu sandungan. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kasus Romagnoli menjadi contoh nyata bahwa kesepakatan transfer tak selalu mulus meski sudah di atas kertas.
Romagnoli sendiri kini berada dalam posisi sulit. Ia sudah membayangkan pindah, namun kenyataan berkata lain. Apakah ia akan kembali berseragam Lazio musim depan, atau justru menjadi pemain bebas pada 2025? Jawabannya masih belum jelas, dan waktu terus berjalan.



