Blade Reboot Batal Total: Kevin Feige Akui Gagal dan Kecewa Berat
Baca dalam 60 detik
- Marvel Studios resmi menghentikan proyek film Blade yang dibintangi Mahershala Ali setelah bertahun-tahun mandek.
- Kevin Feige menyebut kegagalan ini sebagai pukulan telak, mengakui bahwa studio terlalu fokus pada kuantitas konten Disney+.
- Kegagalan Blade menandai titik balik strategi Marvel yang kini kembali mengutamakan kualitas naskah ketimbang produksi tergesa-gesa.

Kepala Marvel Studios, Kevin Feige, secara terbuka mengakui kegagalan proyek reboot Blade yang telah lama direncanakan. Dalam wawancara dengan podcast Happy Sad Confused, Feige mengaku merasa seperti "pecundang raksasa" karena tidak mampu mewujudkan film yang akan dibintangi Mahershala Ali sebagai pemburu vampir tersebut. Pengakuan ini menjadi sorotan di industri hiburan global, mengingat Blade adalah salah satu properti yang paling dinantikan penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU).
Proyek Blade pertama kali diumumkan pada 2019, direncanakan sebagai kelanjutan dari trilogi era 1990-an yang dibintangi Wesley Snipes. Namun, sejak awal pengembangan, film ini dihantui berbagai masalah. Sutradara Bassam Tariq mundur hanya dua bulan sebelum syuting dimulai pada September 2022. Beberapa penulis skenario silih berganti tanpa menghasilkan naskah yang memuaskan. Yann Demange yang kemudian ditunjuk sebagai sutradara juga akhirnya hengkang pada Juni 2024. Kekosongan kepemimpinan kreatif ini membuat proyek mandek tanpa kepastian.
Feige mengakui bahwa salah satu penyebab utama kegagalan Blade adalah ekspansi besar-besaran Marvel ke platform Disney+. Menurutnya, prioritas pada kuantitas konten mengorbankan kualitas. "Kami tidak ingin sekadar mengenakan jaket kulit dan mulai membunuh vampir. Itu harus unik," ujar Feige. Ia menambahkan bahwa pada saat itu, naskah Blade belum mencapai standar "sangat hebat" yang kini menjadi tolok ukur Marvel. Studio memilih mundur daripada memaksakan produksi yang dianggap tidak layak bagi Ali maupun tim kreatif.
Aktris Mia Goth yang sempat dikonfirmasi sebagai pemeran Lilith juga angkat bicara. Ia mengaku telah menjalani tes kimia dengan Ali dan pemasangan kostum di Atlanta, namun proyek tiba-tiba batal tanpa penjelasan. "Mereka terbang ke Atlanta, kami melakukan tes kimia, pemasangan wig dan kostum. Saya sangat antusias. Tapi kemudian semuanya berantakan," kata Goth. Ketidakjelasan informasi ini menambah daftar panjang proyek MCU yang mandek di tengah jalan.
Bagi penggemar Marvel di Indonesia, kegagalan Blade menjadi pelajaran berharga tentang bahaya ekspansi berlebihan. Fenomena serupa juga terjadi di industri hiburan Tanah Air, di mana beberapa film besar gagal memenuhi ekspektasi karena terlalu dikejar target produksi. Ke depan, Marvel diprediksi akan lebih selektif dalam memilih proyek, fokus pada kualitas naskah dan kesiapan sutradara. Pertanyaannya, mampukah MCU mengembalikan kepercayaan penggemar setelah serangkaian kegagalan seperti Blade?



