Kopi Kenangan Guncang Bursa: IPO Rp17,89 Triliun Mulai Dijajaki
Baca dalam 60 detik
- PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan) dikabarkan menjajaki IPO senilai hingga US$1 miliar, setara Rp17,89 triliun.
- Pembicaraan dengan bank masih tahap awal; Singapura menjadi salah satu bursa yang dipertimbangkan.
- Pendapatan bersih 2025 melonjak 45% menjadi US$184 juta, mendorong ambisi ekspansi 550 gerai baru pada 2026.

PT Bumi Berkah Boga, yang lebih dikenal sebagai Kopi Kenangan, mulai menggoda pasar modal dengan rencana penawaran umum perdana (IPO) yang nilainya bisa mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Langkah ini menjadi sinyal bahwa perusahaan kopi asal Indonesia itu siap bermain di panggung global, meskipun masih dalam tahap penjajakan awal.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, manajemen Kopi Kenangan telah mengadakan pembicaraan dengan sejumlah bank untuk mematangkan opsi pencatatan saham. Namun, ukuran dan waktu pasti IPO belum ditetapkan, dan belum ada satu pun bank yang secara resmi ditunjuk sebagai penjamin emisi. Singapura disebut-sebut sebagai salah satu bursa yang masuk dalam radar perusahaan.
Wakil Presiden Keuangan dan Pengembangan Perusahaan Kopi Kenangan, Junxian Li, menegaskan bahwa perusahaan secara rutin mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pendanaan guna mendukung ekspansi serta memberikan peluang monetisasi bagi pemegang saham. โIni termasuk dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami,โ ujar Li melalui pernyataan tertulis. Ia menambahkan bahwa belum ada keputusan final soal IPO, termasuk waktu, lokasi, atau valuasi.
Didirikan pada 2017, Kopi Kenangan telah menjelma menjadi salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia dengan model bisnis cepat saji yang mengandalkan biji kopi lokal. Kini, perusahaan beroperasi di enam negara: Indonesia, Singapura, Malaysia, India, dan Australia. Ekspansi agresif ini didukung oleh kinerja keuangan yang impresif. Dalam unggahan LinkedIn pada Januari lalu, CEO Grup Edward Tirtanata mengungkapkan bahwa pendapatan bersih 2025 mencapai US$184 juta, naik 45% dibanding tahun sebelumnya, dengan laba bersih US$17 juta.
Ambisi ekspansi Kopi Kenangan tidak berhenti di situ. Perusahaan berencana menambah sekitar 550 gerai baru pada 2026, yang akan memperkuat posisinya di pasar kopi Asia Tenggara dan sekitarnya. Tirtanata bahkan menulis bahwa perusahaan โtidak sabar menunggu bel IPO berbunyi sebelum mulai bertindak seperti perusahaan publik,โ menandakan kesiapan mental untuk bertransformasi menjadi entitas terbuka.
Bagi investor Indonesia, rencana IPO ini membawa angin segar sekaligus tantangan. Di satu sisi, kehadiran Kopi Kenangan di bursa dapat menjadi pilihan investasi baru di sektor konsumen yang sedang tumbuh. Di sisi lain, valuasi setara US$1 miliar menuntut perusahaan untuk terus membuktikan profitabilitas di tengah persaingan ketat dengan pemain global seperti Starbucks dan lokal seperti Fore Coffee. Apakah Kopi Kenangan akan memilih bursa Singapura atau tetap di dalam negeri? Keputusan itu akan menjadi penentu bagi peta persaingan kopi Indonesia ke depan.
Bintang tenis Serena Williams dan rapper sekaligus konglomerat Jay-Z tercatat sebagai investor awal melalui Serena Ventures dan Roc Nation sejak 2019. Dukungan dari figur global ini menambah kredibilitas Kopi Kenangan di mata investor internasional. Namun, publik masih menunggu langkah konkret: kapan bel IPO benar-benar berbunyi, dan apakah bursa Indonesia siap kehilangan salah satu unicorn potensialnya?



