Legenda Perfilman Hong Kong Patrick Tse Tutup Usia, Kenangan Manis dari Jackie Chan hingga Cecilia Cheung
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Hong Kong Patrick Tse meninggal dunia pada 16 Juli lalu di usia 89 tahun karena pneumonia, dengan prosesi kremasi sederhana sesuai permintaannya.
- Kepergian Tse meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan Asia, terbukti dari untaian penghormatan para bintang seperti Jackie Chan, Stephen Chow, dan mantan menantunya Cecilia Cheung.
- Karier Tse yang membentang tujuh dekade mencapai puncak saat ia meraih penghargaan Aktor Terbaik di Hong Kong Film Awards 2022 pada usia 87 tahun, menjadikannya penerima tertua dalam sejarah ajang tersebut.

Dunia hiburan Hong Kong kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Patrick Tse, aktor yang dikenal luas dengan julukan 'Sei Gor' (Saudara Keempat), mengembuskan napas terakhir pada 16 Juli lalu di usia 89 tahun. Kabar duka ini diumumkan pihak keluarga dua hari kemudian, dan sejak itu, untaian penghormatan dari rekan sejawat hingga penggemar terus mengalir deras di media sosial.
Tse meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam perfilman Hong Kong. Kariernya yang membentang lebih dari tujuh dekade tidak hanya diwarnai peran-peran ikonik, tetapi juga pengaruh besar terhadap generasi aktor setelahnya. Pada 2022, ia sempat keluar dari masa pensiun untuk membintangi film 'Time', yang akhirnya mengantarkannya meraih penghargaan Aktor Terbaik di Hong Kong Film Awards. Di usia 87 tahun saat itu, ia menjadi penerima penghargaan tertua dalam sejarah ajang bergengsi tersebut—sebuah bukti bahwa bakat dan dedikasinya tak pernah pudar.
Kepergian Tse menyisakan duka mendalam, terutama bagi mereka yang pernah bekerja sama atau memiliki ikatan keluarga dengannya. Cecilia Cheung, mantan menantu Tse yang pernah menikah dengan putranya, Nicholas Tse, menjadi salah satu yang paling terpukul. Cheung mengganti foto profil di seluruh platform media sosialnya—Instagram, Weibo, Douyin, hingga Xiaohongshu—menjadi hitam pekat. Ia juga mengunggah foto patung Yesus dan video hitam-putih dari dalam mobil yang bergerak, diiringi musik sendu, sebagai ungkapan duka. Hubungan Tse dengan Cheung selalu hangat; ia kerap memuji Cheung sebagai "menantu yang baik" karena terus merawat kedua cucunya, Quintus dan Lucas, pasca perceraian mereka pada 2011. Dalam sebuah wawancara televisi, Tse pernah menceritakan momen haru saat Nicholas dan Cheung, yang menikah diam-diam di Filipina pada 2006, langsung bersimpuh dan menyajikan teh kepadanya begitu tiba di Hong Kong—sebuah tradisi penghormatan tertinggi dalam budaya Tionghoa.
Jackie Chan, bintang laga kawakan yang juga sahabat lama Tse, tak kuasa menahan kesedihannya. Dalam unggahan di media sosial, Chan mengenang masa-masa awal kariernya saat ia masih menjadi stuntman dan Tse sudah menjadi bintang besar. "Dia selalu menjaga saya di lokasi syuting, kami melewati banyak hal bersama," tulis Chan yang kini berusia 72 tahun. "Kenangan itu tak terlupakan. Seperti yang dikatakan putranya, Nic, semangatnya yang elegan dan menawan akan selalu ada di hati kami."
Kepergian Tse juga meninggalkan kesan mendalam bagi aktris Charmaine Sheh, yang pernah beradu peran dengannya dalam serial TVB 'Bet Her' pada 2017. Sheh menulis penghormatan panjang, menyebut Tse sebagai senior yang patut diteladani. "Dia sangat berdedikasi dan mau berbagi pengalaman dengan junior. Dia punya standar tinggi untuk dirinya sendiri, tapi juga humoris dan anggun," tulis Sheh. Ia juga mengungkapkan bahwa setelah syuting selesai, Tse mengiriminya sebuket bunga dan mengatakan bahwa ia senang bisa bekerja sama dengannya. "Dia benar-benar pria yang hangat. Akan selalu dikenang. Istirahatlah dengan damai," pungkas Sheh.
Penyanyi Hong Kong Charlene Choi mengunggah beberapa foto kebersamaan dengan Tse, disertai ucapan bahwa ia akan sangat merindukan aktor tersebut. "Terima kasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan dan kebijaksanaan hidup yang kau bagikan. Aku akan merindukanmu selamanya," tulis Choi. Sementara itu, aktor-sutradara Stephen Chow, yang pernah bekerja sama dengan Tse dalam film 'Shaolin Soccer', juga menyampaikan belasungkawa. "Semoga aktor terbaik Patrick Tse beristirahat dengan damai," tulis Chow dalam bahasa Mandarin.
Bagi penggemar film Hong Kong di Indonesia, kepergian Patrick Tse bagaikan menutup satu lembar sejarah emas perfilman Asia. Tse adalah bagian dari generasi aktor yang membangun fondasi industri hiburan Hong Kong, yang kemudian memengaruhi sinema Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Film-filmnya kerap ditayangkan di televisi Indonesia pada era 80-an dan 90-an, memperkenalkan gaya akting khas Hong Kong yang penuh karisma. Meski tak banyak yang tahu secara mendalam, julukan 'Sei Gor' dan reputasinya sebagai aktor serba bisa telah menjadi referensi bagi sineas Indonesia yang mengagumi perfilman Hong Kong.
Patrick Tse memang telah tiada, namun warisannya akan terus hidup melalui karya-karyanya yang abadi. Pertanyaan yang kini menggantung: akankah industri perfilman Hong Kong mampu melahirkan lagi sosok sebesar Patrick Tse, yang tidak hanya berkarir panjang tetapi juga dihormati lintas generasi? Ataukah kepergiannya menandai akhir dari sebuah era keemasan yang sulit terulang?



