Australia Kembali Diperkuat Trio Inti: Cummins, Hazlewood, Lyon Siap Hadapi Bangladesh
Baca dalam 60 detik
- Pat Cummins, Josh Hazlewood, dan Nathan Lyon pulih dari cedera dan masuk skuad Australia untuk dua laga kandang melawan Bangladesh pada Agustus mendatang.
- Ketiganya hanya tampil dalam tiga tes selama Ashes musim panas lalu, sehingga kembalinya mereka menjadi suntikan kekuatan besar bagi tim tuan rumah.
- Australia, yang memuncaki klasemen Kejuaraan Tes Dunia, berpeluang mengamankan posisi sebelum tur berat ke Afrika Selatan pada Oktober.

Australia mendapat angin segar jelang laga kandang melawan Bangladesh pada Agustus mendatang. Kapten Pat Cummins, fast bowler Josh Hazlewood, dan spinner veteran Nathan Lyon dipastikan kembali memperkuat skuad setelah pulih dari cedera. Ketiganya masuk dalam daftar 13 pemain yang diumumkan oleh tim seleksi Australia pada Selasa (21/7) waktu Melbourne.
Dua pertandingan melawan Bangladesh akan digelar di Darwin (13-17 Agustus) dan Mackay (22-26 Agustus), yang merupakan bagian dari siklus Kejuaraan Tes Dunia (World Test Championship). Kembalinya trio ini menjadi kabar baik bagi Australia, mengingat mereka hanya tampil dalam tiga tes selama Ashes musim panas lalu akibat cedera. Namun, ketua selektor George Bailey menegaskan belum ada kepastian apakah keempat pemain inti—Cummins, Hazlewood, Mitchell Starc, dan Lyon—akan dimainkan bersamaan.
“Kami tidak akan mengunci susunan 11 pemain dari sekarang,” ujar Bailey dalam konferensi pers virtual. “Yang jelas, kedalaman skuad kami sangat memadai untuk dua laga ini.”
Kembalinya Hazlewood menjadi sorotan karena ia harus bersaing ketat dengan Scott Boland. Boland, yang berusia 37 tahun, tampil impresif saat menggantikan Hazlewood di Ashes dengan 20 wicket. Bailey mengakui persaingan ini sehat. “Scotty tidak akan pernah mengatakannya, tapi saya pikir dia punya argumen kuat bahwa ia layak disebut sebagai bagian dari tiga fast bowler terbaik,” kata Bailey. Konsekuensinya, Michael Neser harus tersingkir meski tampil apik di Ashes.
Ini adalah skuad pertama Australia setelah pensiunnya Usman Khawaja, yang membuka peluang di posisi pembuka. Jake Weatherald, yang debut di Ashes dengan rata-rata 22,33, tetap dipertahankan meski performanya belum meyakinkan. Bailey berharap ada peningkatan dari pengalaman Ashes. “Semoga kami melihat pertumbuhan dan pemahaman tentang apa yang dibutuhkan untuk sukses di level tes,” ujarnya.
Cameron Green juga masih dipertahankan meski tampil kurang memuaskan di Ashes. Ia menjadi satu dari dua pemain serba bisa dalam skuad bersama Beau Webster. Sementara Josh Inglis tetap menjadi opsi di lini tengah.
Bagi Indonesia, berita ini menarik karena kriket mulai mendapat perhatian di Tanah Air, terutama dengan keikutsertaan tim nasional dalam ajang internasional. Kembalinya pemain bintang Australia menunjukkan standar tinggi olahraga ini, yang bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan kriket di Indonesia. Selain itu, performa Australia di Kejuaraan Tes Dunia juga memengaruhi peta persaingan global, yang relevan bagi penggemar kriket di Asia Tenggara.
Australia saat ini memuncaki klasemen Kejuaraan Tes Dunia di pertengahan siklus. Kemenangan atas Bangladesh akan memperkuat posisi mereka menjelang tur berat ke Afrika Selatan pada Oktober. Pertanyaannya, mampukah skuad yang baru pulih cedera ini tampil konsisten dan menjaga momentum?



