Super Giants Bantai London Spirit di Lord's, Debut Manis di The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Manchester Super Giants menaklukkan London Spirit dengan selisih tujuh wicket dalam laga perdana The Hundred.
- Ryana MacDonald-Gay tampil gemilang dengan 4-17, membatasi Spirit hanya 80 run dalam 91 bola.
- Kemenangan ini menjadi awal sempurna bagi Super Giants yang baru berganti nama dari Manchester Originals.

Manchester Super Giants mengawali petualangan mereka di The Hundred dengan pesta kemenangan telak atas London Spirit di kandang lawan, Lord's, Kamis (23/7). Tim yang baru berganti nama dari Manchester Originals itu hanya membutuhkan 59 bola untuk mengejar target tipis 81 run, sekaligus menunjukkan dominasi di awal turnamen.
Pertandingan yang berlangsung di markas legendaris cricket Inggris itu menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Setelah dipilih untuk memukul lebih dulu, London Spirit langsung kehilangan dua wicket pembuka tanpa angka berarti: Grace Harris (4) dan Amy Jones (0). Situasi makin runyam saat Ryana MacDonald-Gay tampil sebagai algojo dengan memborong empat wicket hanya dengan kebobolan 17 run. Ia sukses menyingkirkan Marie Kelly, Marizanne Kapp (17), dan Katie George (8), membuat Spirit kolaps dengan skor 80 dalam 91 bola—atau sembilan bola lebih awal dari batas 100 bola.
Hanya empat pemain Spirit yang mampu menembus angka dua digit. Kapten Charlie Dean (14) menjadi salah satunya, namun ia harus puas terkena run out. Deandra Dottin, yang diharapkan menjadi andalan, hanya mampu menyumbang 4 run sebelum tumbang oleh Sophie Ecclestone. Kegagalan total lini atas membuat Spirit tak berdaya di hadapan publik sendiri.
Di sisi lain, Super Giants yang kini bermarkas di Old Trafford menunjukkan ketenangan dalam mengejar target kecil. Pasangan pembuka Smriti Mandhana (17) dan kapten Meg Lanning (21) membangun fondasi kokoh dengan kemitraan 33 run. Meskipun Mandhana terjebak lbw oleh Kapp dan Lanning tertangkap Hannah Rainey, kehadiran Richa Ghosh (15 not out dari 5 bola) dan Paige Scholfield (22 dari 15) memastikan kemenangan tanpa drama. Scholfield bahkan mengakhiri pertandingan dengan pukulan back-to-back four dan six yang spektakuler.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi kompetitor bahwa Super Giants layak diperhitungkan. Di bawah kepemimpinan Meg Lanning—kapten legendaris Australia—tim ini tampil solid di semua departemen. Bagi penggemar cricket di Indonesia, pertandingan ini juga menjadi tontonan menarik karena menampilkan bintang global seperti Smriti Mandhana (India) dan Deandra Dottin (West Indies), yang kerap menjadi idola di kawasan Asia.
Ke depan, Super Giants akan menghadapi tantangan lebih berat. Namun, jika performa seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mereka menjadi kandidat kuat juara. Sementara itu, London Spirit harus segera berbenah, terutama di sektor batting yang kolaps tanpa perlawanan. Akankah mereka bangkit di pertandingan berikutnya? Publik cricket dunia menanti.



