Nikkei Bangkit Usai Terjun Bebas 4.600 Poin, Saham Semikonduktor Jadi Penyelamat
Baca dalam 60 detik
- Indeks Nikkei dibuka menguat 0,47% setelah ambles lebih dari 4.600 poin dalam dua hari perdagangan sebelumnya.
- Kenaikan dipicu oleh reli saham semikonduktor yang mengikuti penguatan Wall Street, menandai pemulihan sentimen investor.
- Pergerakan yen yang stabil di kisaran 162 per dolar AS menjadi faktor pendukung bagi pasar saham Jepang.

Bursa saham Tokyo kembali menghijau pada Selasa pagi setelah mengalami kejatuhan dramatis lebih dari 4.600 poin dalam dua sesi akhir pekan lalu. Indeks Nikkei 225 berhasil naik 298,75 poin atau 0,47 persen ke level 64.439,87 pada 15 menit pertama perdagangan, sementara Topix yang lebih luas menguat 23,97 poin atau 0,61 persen menjadi 3.943,18.
Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor semikonduktor yang mengikuti jejak penguatan saham-saham serupa di Wall Street semalam. Saham-saham teknologi menjadi motor penggerak utama setelah investor kembali melirik prospek pertumbuhan jangka panjang industri chip global. Sektor pertambangan, minyak dan batu bara, serta asuransi juga mencatatkan kenaikan signifikan di papan utama Prime Market.
Pasar Jepang sempat libur pada Senin karena hari libur nasional, sehingga aksi jual yang terjadi pada Kamis dan Jumat pekan lalu belum sepenuhnya terkompensasi. Analis menilai bahwa penurunan tajam tersebut lebih merupakan koreksi teknikal setelah indeks mencapai level tertinggi sepanjang masa, bukan indikasi perubahan fundamental ekonomi Jepang.
Dari sisi nilai tukar, yen masih bergerak di level 162,48-49 per dolar AS pada pukul 09.00 waktu Tokyo, hampir tidak berubah dibandingkan posisi 162,43-53 yen di New York Senin sore. Stabilitas yen menjadi angin segar bagi eksportir Jepang yang selama ini tertekan oleh pelemahan mata uang lokal. Sementara euro diperdagangkan pada $1,1416 dan 185,49-51 yen.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Tokyo patut dicermati karena Jepang merupakan mitra dagang utama dan sumber investasi langsung di sektor manufaktur dan otomotif. Koreksi Nikkei pekan lalu sempat memicu kekhawatiran akan dampak rambatan ke pasar Asia, termasuk IHSG. Namun, pemulihan cepat ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Jepang masih solid, didukung oleh kebijakan moneter longgar Bank of Japan dan belanja korporasi yang kuat.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Jepang dan keputusan suku bunga The Fed pekan ini. Jika tekanan inflasi global mereda, aliran modal asing diperkirakan akan kembali deras ke pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Pertanyaannya, apakah reli Nikkei ini hanya sekadar technical rebound atau awal dari tren bullish baru?



