Mourinho Beri Bellingham Peran Baru: Gelandang Inggris Kembali Bersinar di Real Madrid
Baca dalam 60 detik
- Jude Bellingham mencetak dua gol dan tiga assist dalam tiga laga awal La Liga di bawah asuhan Jose Mourinho.
- Mourinho mengurangi beban defensif Bellingham dengan menempatkannya sebagai gelandang serang di belakang Mbappe, memulihkan insting golnya.
- Performa impresif ini memicu spekulasi Bellingham sebagai kandidat Ballon d'Or dan menjadi sinyal positif bagi persaingan Liga Champions.

Jude Bellingham mengawali musim ini dengan performa yang menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu gelandang paling mematikan di Eropa. Dua gol dan tiga assist dalam tiga kemenangan perdana Real Madrid di La Liga tidak hanya membawa Los Blancos memuncaki klasemen, tetapi juga menjadi bukti bahwa racikan taktik anyar Jose Mourinho berhasil mengembalikan versi terbaik pemain asal Inggris tersebut.
Perubahan krusial dilakukan Mourinho sejak kembali menukangi Madrid pada musim panas ini. Pelatih asal Portugal itu secara sadar mengurangi beban defensif Bellingham yang sebelumnya kerap turun hingga ke sisi kiri pertahanan, bahkan disebut seperti bek kiri kedua. Kini, Bellingham ditempatkan sebagai gelandang serang murni dalam formasi 4-2-3-1, tepat di belakang penyerang anyar Kylian Mbappe. Ruang geraknya di lini depan pun dibuat lebih leluasa.
"Kami mengatur tim secara berbeda. Musim lalu Bellingham kadang bertahan seperti bek kiri kedua. Saya bilang, saya tidak ingin melihat itu lagi. Saya membuat kesepakatan dengannya," ujar Mourinho usai kemenangan 4-0 atas Malaga, seperti dikutip media klub. Bagi Mourinho, menempatkan Bellingham di posisi nomor sepuluh adalah kunci untuk memaksimalkan kemampuannya mencetak gol. "Bermain di posisi enam atau delapan, kami kehilangan kedekatannya dengan gawang. Saya suka Jude yang ini," tegasnya.
Keputusan ini membuahkan hasil manis. Bellingham kembali menunjukkan naluri mencetak golnya yang sempat meredup dalam dua musim terakhir akibat peran yang lebih dalam dan rentetan cedera. Masalah bahu yang berkepanjangan hingga memerlukan operasi pada 2025 dan cedera hamstring yang membuatnya absen sepuluh pertandingan pada 2026 kini tampak telah teratasi. Puncak kebugarannya juga terlihat jelas setelah ia tampil impresif bersama Timnas Inggris di Piala Dunia, dengan torehan tujuh gol dan satu assist dalam delapan penampilan.
Mourinho tidak hanya mengubah posisi, tetapi juga memberikan kepercayaan penuh kepada Bellingham untuk menentukan kapan harus turun, tetap di atas, atau menusuk ke kotak penalti. "Saya merasa lebih bebas untuk memutuskan kapan harus turun, kapan harus bertahan di atas, atau kapan harus masuk ke kotak penalti. Saya pikir ini posisi terbaik untuk saya," ungkap Bellingham dalam wawancara dengan Real Madrid TV. Filosofi Mourinho yang menekankan kerja sama tim, bukan aksi individu, juga semakin memperkuat peran Bellingham sebagai penghubung antara lini tengah dan serangan, berkolaborasi dengan Mbappe dan Vinicius Jr.
Hubungan antara Bellingham dan Mourinho pun terjalin erat. Bellingham menyebut bekerja dengan pelatih yang pernah menangani Chelsea, Manchester United, dan Tottenham itu sebagai sebuah mimpi. Sebelumnya, ia hanya pernah bertemu Mourinho sekali. Kini, Mourinho tak segan memuji pemain berusia 23 tahun itu sebagai sosok yang "unik dan sangat penting", dengan kualitas fisik, mental, dan taktis yang lengkap. Bahkan, Mourinho mengindikasikan Bellingham layak masuk dalam perhitungan perebutan Ballon d'Or musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kebangkitan Bellingham ini menjadi tontonan menarik, terutama mengingat banyaknya penggemar Real Madrid di tanah air. Performa apik gelandang serang ini tidak hanya menghidupkan persaingan di papan atas La Liga, tetapi juga memberikan sinyal bahwa Real Madrid akan menjadi lawan tangguh di Liga Champions. Jika Bellingham mampu menjaga konsistensi dan terhindar dari cedera, bukan tidak mungkin ia akan mengantar Madrid meraih gelar ganda lagi, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu yang terbaik di generasinya.
Pertanyaannya, akankah Mourinho mampu mempertahankan formula ini sepanjang musim yang padat, atau justru Bellingham akan kembali menghadapi ujian berat ketika jadwal pertandingan semakin menumpuk? Semua mata kini tertuju pada bagaimana duet emas Mourinho-Bellingham ini akan bersinar di panggung terbesar sepak bola Eropa.



