Kejutan di World Matchplay: Humphries Tumbang di Babak Awal
Baca dalam 60 detik
- Unggulan kedua Luke Humphries tersingkir di ronde pertama World Matchplay setelah dikalahkan Cameron Menzies 10-7.
- Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Humphries yang baru saja menunjukkan performa apik dengan menjuarai US Darts Masters.
- Menzies, yang berada di peringkat 27 dunia, mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya dan akan menghadapi Ross Smith di babak kedua.

Luke Humphries, pemain peringkat dua dunia asal Inggris, harus mengakui keunggulan Cameron Menzies pada babak pertama World Matchplay di Blackpool, Selasa (16/7). Unggulan kedua itu kalah 7-10 setelah sempat tertinggal jauh dan gagal memanfaatkan peluang di momen krusial.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Menzies, yang tidak diunggulkan, tampil percaya diri dan langsung memimpin 6-0. Humphries baru bisa memenangkan leg pertamanya pada leg ketujuh. Meski sempat bangkit dengan merebut empat leg beruntun untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 7-8, Menzies mengakhiri perlawanan dengan checkout sempurna 170โyang dikenal sebagai 'big fish'โuntuk memastikan kemenangan 10-7.
Bagi Humphries, hasil ini merupakan kemunduran setelah ia mulai menunjukkan performa terbaiknya. Pada Juni lalu, ia mengalahkan Luke Littler untuk merebut gelar US Darts Masters. Namun, kegagalan di Matchplay menjadi pengingat bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Sejak memenangi turnamen ini dua tahun lalu, ia selalu tersingkir di babak pertama pada edisi berikutnya.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi Menzies. Pemain Skotlandia peringkat 27 dunia itu menjadi pemain non-unggulan kedua yang lolos ke babak kedua tahun ini. "Saya akan membawa momen ini sampai ke liang lahat," ujarnya usai pertandingan. Ia akan berhadapan dengan Ross Smith, unggulan ke-15, pada Rabu (17/7). Smith sebelumnya menang 10-6 atas Kevin Doets dari Belanda dalam laga yang sama-sama mencatat rata-rata di atas 100 dan akurasi double di atas 50 persen.
Sementara itu, Gerwyn Price nyaris mengalami nasib serupa. Unggulan ketujuh asal Wales itu tertinggal 0-4 dan 2-6 sebelum bangkit dan menang 11-9 atas Martin Schindler dari Jerman. Price mengakui, "Ini mungkin pertandingan yang seharusnya saya kalahkan." Schindler sempat menyamakan kedudukan 9-9 dengan checkout 121, namun Price akhirnya menutup laga di leg ke-20.
Bagi penggemar darts di Indonesia, kejutan di World Matchplay ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi. Meski belum ada pemain Indonesia yang tampil di turnamen bergengsi ini, prestasi Menzies menjadi inspirasi bahwa pemain non-unggulan pun bisa mengalahkan nama besar. Ke depan, perkembangan darts di Tanah Air bisa belajar dari konsistensi dan mentalitas juara yang ditunjukkan para pemain top dunia.
Pertanyaan besarnya, mampukah Menzies mempertahankan performa ini saat berhadapan dengan Smith? Atau akankah Humphries segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan di turnamen berikutnya?



