Liam Livingstone Gagal Bawa London Spirit, Manchester Super Giants Menang Dramatis di The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Manchester Super Giants menekuk London Spirit dengan selisih tujuh run di Lord's, meskipun kapten tuan rumah Liam Livingstone mencetak 69 dari 40 bola.
- Pemain cepat muda Sonny Baker menjadi pahlawan Super Giants dengan mematikan Livingstone di akhir laga, hanya kebobolan empat run dari lima bola terakhir.
- Kemenangan ini memperkuat posisi Super Giants di klasemen, sementara Spirit harus segera bangkit untuk menjaga peluang ke babak gugur.

Manchester Super Giants memetik kemenangan tipis tujuh run atas London Spirit dalam lanjutan The Hundred di Lord's, Selasa (13/8). Meski kapten tuan rumah Liam Livingstone tampil garang dengan 69 run dari 40 bola, upayanya kandas di tangan pemain cepat muda Sonny Baker yang tampil gemilang pada akhir laga.
Menang undian dan memilih memukul lebih dulu, Super Giants sempat tertekan setelah kapten Aiden Markram tumbang cepat tanpa angka. Namun, Tim Seifert tampil sebagai motor utama dengan 67 run dari 45 bola, membangun kemitraan krusial bersama Jos Buttler (16) dan Heinrich Klaasen (17). Total 138-9 yang mereka kumpulkan terlihat cukup tipis, tetapi terbukti menjadi pagar kokoh bagi tim tamu.
Di kubu Spirit, Livingstone masuk setelah James Rew pulang tanpa run. Ia langsung tancap gas dengan memukul lima sixes dan membangun kemitraan 37 run bersama Kiran Carlson serta 68 run dengan Dewald Brevis. Brevis, pemain Afrika Selatan, hanya mampu menyumbang 22 run dari 23 bola sebelum tertangkap dan bowled oleh Gus Atkinson pada set kedua terakhir.
Saat dibutuhkan 12 run dari lima bola terakhir, Livingstone berhadapan dengan Baker yang sebelumnya sudah kebobolan 25 run dari 15 lemparan. Namun, pemain berusia 23 tahun itu tampil dingin: ia hanya melepaskan empat run, mem-bowling Livingstone, dan menangkap James Coles pada lemparan terakhir. Spirit pun harus puas di angka 131-6.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred menawarkan format cepat yang mudah diikuti, mirip dengan T20 tetapi dengan 100 bola per babak. Pertandingan seperti ini kerap menjadi tontonan menarik karena ketegangan hingga akhir, seperti yang terjadi di Lord's. Kehadiran pemain-pemain kelas dunia seperti Jos Buttler dan Liam Livingstone juga menambah daya tarik kompetisi ini.
Dengan hasil ini, Super Giants naik ke posisi yang lebih aman di klasemen, sementara Spirit harus segera berbenah. Pertahanan mereka yang rapuh di akhir babak pertamaโkehilangan tujuh wicket hanya dalam 35 runโmenjadi pekerjaan rumah utama. Pelatih dan kapten perlu mencari solusi agar lini bawah tidak mudah runtuh.
Ke depan, Spirit akan menghadapi jadwal padat. Mampukah mereka bangkit seperti Livingstone yang nyaris membalikkan keadaan? Atau justru Super Giants yang akan terus melaju? Jawabannya akan terjawab dalam laga-laga berikutnya.



