Russell Jawab Dominasi Ferrari di Monza: Catat Waktu Tercepat di Sesi Kedua
Baca dalam 60 detik
- George Russell memuncaki sesi latihan kedua GP Italia dengan catatan 1:22.559, mengungguli Charles Leclerc yang menjadi yang tercepat di sesi pertama.
- Pembalap Mercedes itu kini tertinggal 59 poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang juara dunia.
- Ferrari membawa upgrade mesin dan didukung penuh tifosi, namun Russell menunjukkan sinyal kuat jelang kualifikasi dan balapan Minggu.

George Russell membalas dominasi Ferrari pada sesi latihan pertama dengan menjadi yang tercepat di sesi kedua Grand Prix Italia, Jumat (4/9) waktu setempat. Pembalap Mercedes itu mencatat waktu 1 menit 22,559 detik di sirkuit Monza yang super cepat, mengungguli Charles Leclerc yang memimpin sesi pertama di hadapan puluhan ribu tifosi.
Pada sesi pertama yang berlangsung di tengah teriknya cuaca Monza, Ferrari tampil perkasa dengan Leclerc di posisi terdepan dan Lewis Hamilton menguntit di posisi kedua. Namun, Russell yang sempat menjadi yang ketiga tercepat di sesi pertama, tampil agresif di sesi kedua. Catatan waktunya 0,120 detik lebih cepat dari Leclerc yang berada di posisi kedua pada sesi tersebut.
Bagi Russell, hasil ini bukan sekadar pemanasan. Pembalap asal Inggris itu tengah mengejar ketertinggalan 59 poin dari rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen sementara. Dengan hanya beberapa seri tersisa, setiap posisi dan setiap poin menjadi krusial. "Kami perlu terus menekan dan mengambil peluang," demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan Russell melalui performanya di trek.
Antonelli sendiri harus menghadapi tantangan berat karena akan memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti penggantian mesin. Meski demikian, ia menunjukkan kecepatan yang menjanjikan dengan menjadi yang ketiga tercepat di sesi kedua, hanya terpaut 0,141 detik dari Russell. Di belakangnya, Lando Norris dari McLaren yang telah memenangi dua balapan terakhir, harus puas di posisi keempat, disusul Hamilton di posisi kelima dan Oscar Piastri di posisi keenam.
Ferrari datang ke Monza dengan misi ganda: memutus puasa kemenangan sejak 2024 dan merayakan 30 tahun kemenangan pertama Michael Schumacher di sirkuit ini. Mereka membawa upgrade mesin yang diyakini cocok dengan karakteristik lintasan yang mengutamakan kecepatan puncak. Dukungan tifosi yang memadati tribun menjadi energi tambahan, namun Russell membuktikan bahwa Mercedes tidak akan menyerah begitu saja.
Sesi pertama sempat dihentikan sementara (red flag) setelah mobil Cadillac yang dikemudikan Colton Herta, pembalap pengembangan yang menggantikan Sergio Perez, berhenti di pinggir trek. Insiden ini tidak banyak mengganggu jalannya sesi, tetapi menjadi pengingat bahwa risiko selalu mengintai di sirkuit bersejarah ini.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, persaingan di puncak klasemen ini menambah seru musim 2025. Dengan Antonelli yang masih memimpin meski akan start dari belakang, dan Russell yang terus menempel, dinamika juara dunia masih terbuka lebar. Apalagi, dengan gaya balapan yang agresif dan sirkuit yang sering menghadirkan kejutan, peluang untuk melihat perubahan posisi di klasemen tetap terbuka.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Russell mampu mengonversi kecepatan di latihan menjadi pole position dan kemenangan yang sangat ia butuhkan? Atau justru Ferrari yang akan memanfaatkan dukungan tifosi untuk kembali berjaya di kandang sendiri? Kualifikasi dan balapan akhir pekan ini akan menjadi jawabannya.



