Romagnoli Akhirnya Berseragam Al-Sadd: Perjalanan Panjang Bek Lazio ke Qatar
Baca dalam 60 detik
- Setelah negosiasi alot sejak Januari, Alessio Romagnoli resmi bergabung dengan Al-Sadd dengan nilai transfer €3 juta.
- Bek 31 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2029, mengakhiri spekulasi masa depannya di Lazio.
- Kepindahan ini menandai tren pemain Eropa senior yang melirik liga Timur Tengah, membuka peluang bagi pasar Asia.

Setelah berbulan-bulan dirundung ketidakpastian, Alessio Romagnoli akhirnya menginjakkan kaki di Doha. Bek tengah asal Italia itu resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Al-Sadd pada pekan ini, menuntaskan saga transfer yang sempat buntu di menit-menit akhir. Kepindahan dengan nilai mencapai €3 juta ini sekaligus mengakhiri kebuntuan yang sempat membuat pemain berusia 31 tahun itu harus menunda impiannya sejak bursa Januari lalu.
Romagnoli sejatinya sudah pamit kepada pendukung Lazio pada awal tahun, ketika kesepakatan dengan klub asal Qatar itu dianggap tinggal formalitas. Namun, negosiasi yang batal di detik terakhir memaksanya bertahan di ibu kota Italia lebih lama. Kini, setelah proses yang berlarut-larut, ia akhirnya bisa tersenyum lebar. "Saya sangat penasaran, dan sekarang saya bahagia, karena kami sudah membicarakan kemungkinan ini selama berbulan-bulan," ujarnya kepada kanal resmi klub, seperti dilansir Football Italia.
Perjalanan karier Romagnoli memang penuh liku. Sempat menimba ilmu di akademi AS Roma, ia kemudian menembus tim utama AC Milan dan sempat menjadi kapten muda yang menjanjikan. Namun, cintanya pada Lazio—klub yang ia dukung sejak kecil—membawanya kembali ke ibu kota pada 2022 dengan status bebas transfer. Meski demikian, kepindahan ke Al-Sadd kali ini bukan sekadar pelarian; ia menyebut klub asuhan pelatih asal Spanyol itu sebagai "klub kuat" dengan kota yang indah. "Dampaknya sangat positif. Saya sudah ingin datang ke Al-Sadd sejak Januari, tapi ada masalah dengan klub lamaku. Kami harus menunda, tapi itu sepadan," tambahnya.
Kontrak hingga Juni 2029 dengan nilai yang dilaporkan menggiurkan menjadi daya tarik tersendiri. Bagi Al-Sadd, kehadiran Romagnoli diharapkan mampu memperkokoh lini pertahanan mereka yang musim lalu tampil impresif di kompetisi domestik. Di sisi lain, kepergiannya membuka ruang bagi Lazio untuk merombak skuad, sekaligus mengurangi beban gaji pemain senior yang tidak lagi masuk rencana pelatih.
Menariknya, kepindahan Romagnoli ke Qatar sejalan dengan tren yang kian marak di Eropa: pemain berusia di atas 30 tahun mulai melirik liga-liga kaya di Timur Tengah. Bagi Indonesia, fenomena ini bisa menjadi pelajaran berharga. Liga 1 yang tengah berbenah mungkin belum mampu bersaing dari sisi finansial, namun regulasi pemain asing yang fleksibel bisa menarik pemain-pemain eks-Eropa yang masih haus menit bermain. Apalagi, dengan semakin kompetitifnya sepak bola Asia, kualitas liga domestik akan menjadi magnet tersendiri.
Meski demikian, Romagnoli sadar bahwa tantangan sesungguhnya menantinya di lapangan. "Saya ingin membuktikan diri di sini. Al-Sadd menginginkan saya, dan saya ingin berada di sini, jadi sekarang kami sama-sama bahagia," tegasnya. Pertanyaan besarnya, akankah ia mampu beradaptasi dengan iklim dan gaya permainan yang berbeda? Atau justru ini menjadi awal dari pensiun yang manis di negeri minyak? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: petualangan baru Romagnoli di Asia telah resmi dimulai, dan mata penggemar sepak bola Asia, termasuk Indonesia, akan tertuju padanya.



