Galatasaray Gigit Jari, Milan Tolak Semua Tawaran untuk Pulisic
Baca dalam 60 detik
- Galatasaray menjadi klub terbaru yang mencoba merekrut Christian Pulisic, namun Milan langsung menolak mentah-mentah.
- Meski performa Pulisic menurun dalam beberapa bulan terakhir, Milan yakin pelatih baru Ruben Amorim bisa memulihkan kepercayaan dirinya.
- Kontrak Pulisic di San Siro masih berlaku hingga 2027, dan pemilik klub Gerry Cardinale menegaskan tidak akan melepas pemain asal Amerika Serikat itu.

AC Milan kembali menegaskan bahwa Christian Pulisic tidak akan dijual di bursa transfer musim panas ini, setelah Galatasaray menjadi klub terbaru yang mencoba membajak pemain tim nasional Amerika Serikat tersebut. Klub raksasa Turki itu dikabarkan telah menghubungi manajemen Rossoneri untuk menanyakan ketersediaan sang winger, namun permintaan mereka langsung ditolak dengan tegas.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, langkah Galatasaray ini merupakan pendekatan teranyar setelah sebelumnya sejumlah klub Major League Soccer (MLS), termasuk New York City FC, juga bernasib sama. Milan tidak memberikan ruang negosiasi sedikit pun, menandakan bahwa Pulisic masih menjadi bagian penting dalam rencana jangka panjang klub.
Keputusan Milan untuk mempertahankan Pulisic terbilang berani mengingat performa sang pemain yang menurun dalam beberapa bulan terakhir. Baik di level klub maupun saat membela Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026, Pulisic dinilai belum mampu menunjukkan konsistensi. Namun, manajemen Milan optimistis bahwa kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri dan performa terbaik pemain berusia 26 tahun tersebut.
Konteks ini menarik untuk dicermati dari sudut pandang sepak bola Indonesia. Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kerap menjadi tujuan pemain-pemain yang mulai kehilangan tempat di Eropa. Namun, kasus Pulisic menunjukkan bahwa klub sekelas Milan masih percaya pada potensi pemain yang sempat menjadi andalan di Chelsea dan Borussia Dortmund. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, keputusan Milan mempertahankan Pulisic bisa menjadi sinyal bahwa pemain dengan label bintang tetap dihargai tinggi meski sedang dalam masa sulit.
Negosiasi perpanjangan kontrak Pulisic memang sempat terhenti, tetapi Milan berharap kehadiran Amorim dapat menjadi titik balik. Amorim, yang dikenal sebagai pelatih muda berbakat asal Portugal, diyakini mampu membangun kembali kepercayaan diri Pulisic dan mengoptimalkan kemampuannya sebagai pemain sayap yang eksplosif. Jika berhasil, Milan tidak hanya akan mendapatkan kembali performa terbaik Pulisic, tetapi juga aset berharga yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi di masa depan.
Pertanyaan besarnya, akankah Pulisic mampu bangkit di bawah arahan Amorim? Atau justru Milan akan menyesali keputusan tidak melepasnya sekarang? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, Galatasaray dan klub-klub lain harus gigit jari untuk saat ini.



