Luka Modric Perpanjang Kontrak di AC Milan: Dedikasi di Usia 41 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Gelandang veteran Kroasia, Luka Modric, resmi menandatangani perpanjangan kontrak satu musim bersama AC Milan hingga 2026.
- Modric, yang akan berusia 41 tahun pada September, memilih bertahan setelah musim pertama yang kurang memuaskan bersama Rossoneri.
- Keputusan ini menegaskan ambisi Milan untuk bangkit di bawah pelatih baru Ruben Amorim, dengan Modric sebagai pilar pengalaman.

Luka Modric, gelandang berusia 40 tahun yang akan genap 41 pada September, memutuskan untuk melanjutkan kariernya di AC Milan setelah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun. Keputusan ini mengakhiri spekulasi masa depannya di San Siro, sekaligus menegaskan komitmen sang pemain terhadap proyek kebangkitan klub yang musim lalu finis di posisi kelima Serie A.
Modric bergabung dengan Milan pada musim panas 2024 setelah 13 tahun membela Real Madrid. Kontrak awalnya hanya satu musim dengan opsi perpanjangan, yang kini resmi diaktifkan. Dalam musim perdananya di Italia, pemain yang pernah meraih Ballon d'Or 2018 itu hanya mencetak dua gol dari 37 penampilan di semua kompetisi—catatan yang jauh dari standar tingginya. Namun, kontribusinya di luar statistik, terutama dalam membimbing pemain muda, dinilai sangat berharga oleh manajemen klub.
"Saya sangat senang bisa bertahan di AC Milan. Sejak hari pertama, saya merasa diterima dan dicintai di sini," ujar Modric dalam pernyataan resmi yang dirilis klub. "Musim lalu berada di bawah ekspektasi, tetapi keinginan untuk bangkit kembali sangat besar. Musim baru adalah tantangan baru, dan saya percaya pada proyek ini. Saya siap memberikan segalanya lagi untuk seragam ini."
Bagi AC Milan, mempertahankan Modric bukan sekadar soal statistik di lapangan. Klub melihatnya sebagai figur kunci dalam transisi kepelatihan dari Massimiliano Allegri ke Ruben Amorim—mantan pelatih Manchester United yang diangkat pada Juni lalu. Amorim diharapkan membawa filosofi baru yang membutuhkan pemimpin senior di ruang ganti. Dalam pernyataan resmi, Milan menyebut Modric sebagai "salah satu pemain paling ikonik di sepak bola dunia" yang membawa pengalaman dan kualitas, baik di dalam maupun luar lapangan, dengan kerendahan hati dan semangat besar.
Karier Modric di level klub dan internasional sulit ditandingi. Sebelum pindah ke Milan, ia menghabiskan empat musim di Tottenham Hotspur dengan 160 penampilan, lalu 13 tahun gemilang di Real Madrid yang menghasilkan enam trofi Liga Champions dan empat gelar La Liga. Di pentas dunia, ia baru saja tampil di Piala Dunia kelimanya di Qatar 2022, di mana Kroasia tersingkir di babak 32 besar oleh Portugal. Sejak menjadi kapten tim nasional pada 2016, Kroasia mencapai final Piala Dunia 2018 dan finis ketiga pada 2022.
Konteks Indonesia: Keputusan Modric bertahan di Milan menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Serie A. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Indonesia, dan kehadiran pemain sekaliber Modric—meski di usia senja—menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, pengalaman Modric sebagai pemain yang mampu tampil konsisten di level tertinggi hingga usia 40 tahun bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia yang kerap menghadapi masalah regenerasi dan profesionalisme.
Musim depan, Milan akan menghadapi tekanan besar untuk kembali bersaing di papan atas Serie A dan tampil lebih baik di kompetisi Eropa. Dengan Modric sebagai motor pengalaman dan Amorim sebagai arsitek taktik, pertanyaan besarnya adalah: mampukah duet ini membawa Rossoneri kembali ke jalur juara? Atau justru usia Modric akan menjadi beban di tengah tuntutan fisik yang semakin tinggi?



