Bologna Pasang Harga €25 Juta untuk Lucumi, Tawaran Tukar Tambah Besiktas Ditolak
Baca dalam 60 detik
- Bologna menolak proposal Besiktas senilai €12 juta plus Jean Onana dan kini mematok harga €25 juta untuk bek Jhon Lucumi.
- Kontrak Lucumi yang tersisa hingga akhir musim membuat kepergiannya hampir pasti, dengan sejumlah klub Italia dan Inggris turut memantau.
- Besiktas unggul karena Lucumi pernah bekerja sama dengan pelatih Vincenzo Italiano, namun Bologna bersikeras hanya menerima uang tunai penuh.

Bologna menolak tawaran awal Besiktas yang mengemas paket transfer berupa €12 juta tunai plus gelandang Jean Onana untuk bek tengah Jhon Lucumi. Klub Serie A itu kini mematok harga €25 juta sebagai syarat pelepasan pemain asal Kolombia tersebut, yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini.
Lucumi, yang baru berusia 28 tahun pada Juni lalu, sempat memiliki klausul rilis sebesar €28 juta dalam kontraknya, namun klausul itu kedaluwarsa beberapa hari lalu. Bologna sendiri telah mengakui secara terbuka bahwa mereka berjanji akan melepas Lucumi jika ada tawaran yang sesuai. Situasi ini membuat kepergian sang bek di bursa musim panas tampak tak terelakkan.
Menurut laporan Tuttomercatoweb dan Sporx, Besiktas mengajukan proposal dengan nilai €12 juta ditambah hak kepemilikan penuh atas Onana, yang musim lalu dipinjamkan ke Genoa. Namun, Bologna menolak skema tukar tambah tersebut dan hanya bersedia menerima pembayaran tunai penuh. Harga €25 juta yang kini ditetapkan disebut sudah termasuk bonus tambahan, sehingga tidak mengherankan jika sejumlah klub lain ikut melirik.
Selain Besiktas, nama Lucumi juga dikaitkan dengan raksasa Serie A seperti Inter Milan dan Juventus, serta klub Championship Sunderland. Ketertarikan dari berbagai klub ini menunjukkan bahwa bek tengah bertipe modern seperti Lucumi masih menjadi komoditas berharga di pasar Eropa. Dengan postur fisik yang solid dan kemampuan membaca permainan, Lucumi dinilai cocok untuk berbagai sistem pertahanan.
Bagi Besiktas, mereka memiliki keunggulan tersendiri karena Lucumi pernah bekerja sama dengan pelatih Vincenzo Italiano saat masih di Bologna. Hubungan personal ini bisa menjadi faktor penentu jika negosiasi berlanjut. Namun, Bologna tampaknya tidak akan mudah melunak, mengingat mereka ingin memaksimalkan nilai transfer pemain yang akan habis kontrak.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan bursa transfer pemain seperti Lucumi mungkin tidak langsung berdampak, namun dapat menjadi indikator tren pasar sepak bola Eropa yang semakin kompetitif. Klub-klub Italia yang kerap menjadi tujuan pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, perlu mencermati strategi Bologna dalam mempertahankan nilai aset pemain. Jika Bologna berhasil menjual Lucumi dengan harga tinggi, hal itu bisa menjadi preseden bagi klub-klub lain dalam menghadapi situasi kontrak yang hampir habis.
Lucumi sendiri merupakan bagian dari skuad Kolombia yang tampil di Piala Dunia 2026, meskipun perannya belum terlalu dominan. Pengalaman internasional ini tentu menambah daya jualnya. Dengan sisa waktu bursa yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah Bologna mendapatkan harga yang diminta, atau justru terpaksa menurunkan patokan di menit-menit akhir?



