Bologna Kunci Gelandang Muda Amondarain, Usir Godaan Nottingham Forest
Baca dalam 60 detik
- Bologna akhirnya mencapai kesepakatan penuh dengan Estudiantes untuk merekrut Mikel Amondarain dengan biaya sekitar โฌ10 juta.
- Klub Serie A itu bergerak cepat setelah Nottingham Forest mencoba membajak negosiasi dalam beberapa hari terakhir.
- Pemain berusia 21 tahun itu dijadwalkan terbang ke Italia akhir pekan ini untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak.

Bologna sukses mengamankan jasa gelandang muda asal Uruguay, Mikel Amondarain, setelah negosiasi alot dengan Estudiantes. Kesepakatan ini sekaligus menggagalkan upaya Nottingham Forest yang mencoba mencuri transfer di menit-menit akhir.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Bologna telah mencapai kesepakatan lisan dengan Estudiantes dan sang pemain. Nilai transfer dilaporkan mencapai โฌ10 juta, setelah tawaran awal โฌ8 juta ditolak. Amondarain dijadwalkan terbang ke Italia akhir pekan ini untuk menjalani tes medis dan meneken kontrak.
Ketertarikan Nottingham Forest yang muncul dalam beberapa hari terakhir justru memacu Bologna untuk mempercepat proses. Direktur Bologna, Claudio Fenucci, sebelumnya mengakui bahwa Amondarain adalah target utama lini tengah, meski klub juga memantau alternatif lain seperti Gustavo Puerta dari Racing Santander.
Amondarain, 21 tahun, merupakan produk asli akademi Estudiantes dan baru promosi ke tim utama musim lalu. Kontraknya di Argentina masih berlaku hingga Desember 2028. Kedatangannya diharapkan memperkuat lini tengah Bologna yang musim ini tampil solid di Serie A.
Bagi Bologna, perekrutan ini menjadi investasi jangka panjang. Klub asal kota emilia itu dikenal gemar mengembangkan pemain muda, seperti yang dilakukan pada Riccardo Orsolini dan Joshua Zirkzee. Amondarain diharapkan bisa mengisi posisi gelandang serang atau box-to-box yang selama ini dihuni pemain seperti Lewis Ferguson.
Dari sisi Nottingham Forest, kegagalan ini menjadi pukulan tersendiri. Klub Premier League itu tengah gencar membangun skuad di bawah asuhan Nuno Espirito Santo. Namun, mereka harus gigit jari karena Bologna bergerak lebih cepat.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan merekrut talenta muda Amerika Selatan. Klub-klub Eropa kini tak segan mengeluarkan dana besar untuk pemain berusia di bawah 22 tahun, yang belum tentu mentereng di liga top. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih agresif dalam scouting pemain muda potensial, baik dari dalam negeri maupun kawasan ASEAN.
Ke depan, publik akan menanti apakah Amondarain mampu bersinar di Serie A. Dengan gaya bermain fisik dan teknis, ia dinilai cocok dengan karakter liga Italia. Namun, adaptasi dengan budaya dan bahasa baru menjadi tantangan tersendiri. Bisakah ia menjadi bintang baru di Bologna?



