Kebakaran Pabrik Dupa di Tangerang Meluas, Tiga Rumah dan Motor Ludes
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran pabrik dupa di Priuk, Tangerang, menghanguskan tiga rumah dan tiga sepeda motor, Senin sore.
- Api cepat merambat dari area belakang pabrik; tiga karyawan sempat pingsan namun selamat tanpa korban jiwa.
- Puluhan personel dan 14 unit damkar dikerahkan; asap tebal sempat dikhawatirkan mengganggu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Kebakaran hebat melanda pabrik produksi dupa di Jalan Bayur, Priuk, Kota Tangerang, pada Senin (20/7) sore, merembet ke tiga rumah warga dan tiga unit sepeda motor yang berada di sekitarnya. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu memicu kepanikan warga dan mengerahkan puluhan personel pemadam kebakaran dari berbagai wilayah.
Kepala UPT Priuk BPBD Kota Tangerang, Kamaludin Azizi, menyatakan bahwa api pertama kali muncul dari area belakang pabrik. Bahan baku dupa yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. "Akibat api yang semakin membesar, sekitar tiga rumah warga dan tiga unit motor ikut terbakar," ujarnya saat di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, tiga orang karyawan pabrik sempat pingsan akibat menghirup asap dan kepanikan. Kamaludin memastikan ketiganya telah pulih setelah mendapatkan penanganan medis. "Mereka sudah sadar dan tidak perlu dirawat inap," tambahnya.
Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. BPBD Kota Tangerang mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dari empat posko, yaitu Priuk, Ciledug, Batuceper, dan Pinang. Petugas berjibaku menjinakkan api yang terus membesar karena material pabrik yang mudah terbakar. Warga sekitar juga turut membantu mengevakuasi barang-barang berharga.
Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tidak jauh dari lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan gangguan operasional bandara akibat kebakaran tersebut. Pihak bandara disebut telah meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kamaludin mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan industri rumahan. "Kami akan melakukan evaluasi bersama untuk mencegah kejadian serupa," tutupnya. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pengawasan terhadap pabrik-pabrik kecil di permukiman sudah cukup ketat untuk mencegah bencana serupa di masa depan?



