Osaka Bangkit dari Tekanan, Melaju ke Babak Ketiga US Open
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka menaklukkan Katerina Siniakova dengan skor 6-2, 5-7, 6-1, memastikan tempat di babak ketiga US Open.
- Setelah kehilangan set kedua, Osaka memutuskan istirahat sejenak untuk menenangkan diri, strategi yang terbukti efektif.
- Kemenangan ini menegaskan kapasitas Osaka untuk mengelola emosi, modal penting untuk melaju lebih jauh di turnamen.

Naomi Osaka, mantan juara dua kali, kembali menunjukkan ketangguhan mentalnya dengan mengalahkan petenis asal Ceko, Katerina Siniakova, dalam pertandingan sengit di lapangan Arthur Ashe, Kamis (3/9). Unggulan ke-13 itu menang dengan skor 6-2, 5-7, 6-1, sekaligus mengamankan tiket ke babak ketiga turnamen Grand Slam Amerika Serikat. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Osaka tidak hanya mengandalkan pukulan keras, tetapi juga mampu bangkit dari keterpurukan.
Pertandingan berjalan tidak mudah bagi Osaka. Ia sempat tampil dominan di set pertama dengan hanya melakukan empat kesalahan sendiri, tetapi performanya menurun drastis di set kedua. Siniakova, yang mulai menemukan ritme permainannya, memanfaatkan 20 kesalahan yang dilakukan Osaka untuk merebut set kedua. Osaka bahkan terlihat frustrasi setelah melakukan kesalahan backhand yang membuatnya kehilangan servis di game krusial.
Alih-alih larut dalam emosi, Osaka memilih mengambil jeda singkat ke ruang ganti sebelum set penentu. Keputusan itu terbukti jitu. Ia kembali ke lapangan dengan fokus baru, langsung tancap gas di tiga game awal dan menyelamatkan dua break point di game kelima sebelum menutup pertandingan dengan servis yang tidak bisa dikembalikan lawan. "Saya terlalu keras pada diri sendiri, jadi saya memanfaatkan waktu istirahat untuk menenangkan pikiran dan bermain tanpa penyesalan," ujar Osaka seusai laga.
Kemenangan ini bukan sekadar soal teknik, melainkan juga soal pengelolaan emosi. Osaka, yang dikenal kerap menyalahkan diri sendiri di lapangan, menunjukkan kedewasaan yang berbeda. Ia mengaku selalu mengingatkan dirinya bahwa bermain di lapangan seperti Arthur Ashe adalah sebuah kehormatan. "Saya hanya ingin terus bermain di depan kalian semua, jika memungkinkan," tambahnya, merujuk pada dukungan penonton yang memadati stadion.
Di babak selanjutnya, Osaka akan berhadapan dengan petenis Belgia, Elise Mertens. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat Mertens dikenal sebagai pemain yang konsisten dan jarang membuat kesalahan sendiri. Namun, dengan mental yang semakin matang, Osaka diyakini memiliki peluang besar untuk melaju lebih jauh, bahkan mungkin menembus final seperti yang ia capai pada 2018 dan 2020.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Osaka ini menarik untuk disimak. Ia adalah salah satu ikon global yang membuktikan bahwa kekuatan mental sama pentingnya dengan kemampuan fisik. Di tengah maraknya turnamen tenis yang disiarkan langsung, kesuksesan Osaka bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia. Apakah Osaka mampu mempertahankan konsistensinya dan kembali mengangkat trofi di Flushing Meadows? Kita tunggu aksinya di babak-babak berikutnya.



