Depresi Tropis di Filipina Diprediksi Jadi Topan, China Siaga
Baca dalam 60 detik
- Depresi tropis di timur Filipina diperkirakan menjadi topan dalam 12-24 jam dan akan mendarat di China tenggara.
- Ini akan menjadi topan ketiga yang menerjang China tahun ini, setelah Maysak dan Bavi.
- BMKG memantau potensi dampak tidak langsung terhadap cuaca Indonesia, seperti peningkatan gelombang dan curah hujan.

Depresi tropis yang terbentuk di perairan timur Filipina, Kamis (23/7) pagi, diprediksi akan berkembang menjadi topan dalam 12 hingga 24 jam ke depan dan mencapai daratan di pesisir tenggara China. Badan Meteorologi Nasional China (NMC) menyebutkan bahwa setelah mendarat, topan tersebut akan berbelok ke barat laut dan secara bertahap melemah.
Pusat depresi tropis terdeteksi sekitar 930 kilometer di timur Manila, Filipina, pada pukul 08.00 waktu setempat, bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 25 hingga 30 kilometer per jam. Jika prediksi ini terwujud, maka ini akan menjadi topan ketiga yang menghantam China tahun ini, menyusul Topan Maysak dan Topan Bavi yang sebelumnya telah melanda wilayah serupa.
NMC juga mengungkapkan bahwa dalam sepuluh hari ke depan, dua hingga tiga topan diperkirakan akan terbentuk di Samudra Pasifik barat laut dan Laut China Selatan. Salah satunya diprediksi memasuki bagian utara Laut China Selatan sekitar Sabtu (25/7) dan berdampak pada wilayah China selatan. Topan ke-12 tahun ini akan diberi nama Noul.
Meskipun jalur topan ini tidak langsung menuju Indonesia, fenomena ini tetap perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biasanya memantau potensi dampak tidak langsung seperti peningkatan tinggi gelombang di perairan utara Indonesia, terutama di Selat Malaka dan Laut Natuna, serta potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah akibat tarikan massa udara. Masyarakat pesisir dan nelayan diimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Menurut analis cuaca dari Universitas Indonesia, fenomena topan beruntun di Pasifik barat ini menunjukkan aktivitas monsun yang cukup aktif. โKita perlu mencermati pola pergerakan topan karena bisa mempengaruhi pola angin dan distribusi awan hujan di Indonesia, terutama di bagian barat,โ ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa dampak langsung terhadap daratan Indonesia masih kecil karena topan cenderung bergerak ke utara menuju China dan Vietnam.
Ke depan, masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sektor kelautan dan perikanan. Apakah topan Noul akan kembali mengubah pola cuaca di Asia Tenggara? Para ahli cuaca akan terus memantau perkembangannya.



