Metallica Akui ‘Terintimidasi’ Tampil di Sphere Las Vegas: Sebuah Lompatan Besar
Baca dalam 60 detik
- Metallica akan menggelar 24 konser di Sphere Las Vegas mulai Oktober 2026, dengan format setlist berbeda setiap malam.
- Drummer Lars Ulrich menyebut venue tersebut ‘sangat menantang’ dan memaksa band keluar dari zona nyaman.
- Antusiasme penggemar memecahkan rekor, namun proses pembelian tiket menuai keluhan yang diakui pihak band.

Metallica, grup metal legendaris asal Amerika Serikat, mengakui bahwa penampilan mereka di Sphere Las Vegas—venue berteknologi tinggi—bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah lompatan besar yang menakutkan sekaligus menggairahkan. Drummer Lars Ulrich menyebut persiapan untuk residensi 24 malam itu sebagai pengalaman yang ‘overwhelming’ dan ‘intimidating’.
Residensi bertajuk Life Burns Faster ini dijadwalkan dimulai pada 1 Oktober 2026 dan berlangsung hingga musim semi 2027. Dalam wawancara dengan The Edge—gitaris U2—di acara SiriusXM, Ulrich mengungkapkan bahwa tampil di Sphere adalah tantangan yang berbeda dari tur-tur sebelumnya. “Ini level lain. Sangat menyenangkan bisa melakukannya di sini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perasaan ‘kewalahan’ dan ‘intimidasi’ adalah hal yang wajar.
Ulrich juga menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman. “Semoga saat kami melangkah ke panggung malam pertama, kami sudah siap. Ini adalah tempat yang jarang kami datangi karena kami cenderung mengontrol lingkungan kami sendiri. Melempar diri ke situasi seperti ini sangat baik,” katanya. Ia terinspirasi setelah menyaksikan pertunjukan U2 di Sphere pada malam pembukaan, yang digambarkannya sebagai ‘perbatasan baru’.
Respon penggemar terhadap residensi ini luar biasa. Dalam pernyataan resmi, Metallica mengaku ‘benar-benar terpesona’ oleh minat yang memecahkan rekor. Namun, mereka juga mengakui bahwa proses pembelian tiket ‘sering membuat frustrasi dan tidak selalu mulus’. Band berjanji akan bekerja sama dengan mitra untuk memperbaiki pengalaman ini di masa mendatang, meskipun untuk saat ini tidak ada rencana menambah jadwal.
Residensi Sphere menjadi puncak dari tur M72 yang telah berlangsung dua tahun dan menjangkau lebih dari empat juta penonton di Eropa, Amerika Utara, Pasifik, dan Timur Tengah. Tur tersebut dipuji karena panggung berputar dan produksi ambisius. Di Sphere, Metallica akan memanfaatkan teknologi canggih seperti layar LED melingkar, sistem audio imersif, dan efek 4D untuk menyajikan pengalaman berbeda dari konser stadion atau klub biasa.
Bagi penggemar musik di Indonesia, residensi ini menegaskan bahwa Sphere Las Vegas telah menjadi ikon baru pertunjukan live global. Meski akses langsung masih terbatas, fenomena ini bisa mendorong pelaku industri hiburan Tanah Air untuk mulai melirik teknologi serupa di masa depan. Pertanyaannya, akankah ada promotor Indonesia yang berani menghadirkan venue sekelas Sphere di Jakarta?



