Aston Merrygold: Anak-Anak JLS Tak Butuh Nepotisme, Bakat Mereka Cukup Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Aston Merrygold menyebut anak-anak personel JLS memiliki bakat luar biasa sehingga tak perlu mengandalkan nama orang tua untuk sukses di industri musik.
- Pelantun 'Beat Again' itu masih dalam masa pemulihan pasca operasi rekonstruksi pergelangan kaki akibat cedera saat latihan tur.
- Aston juga menjadi duta peringatan 40 tahun film 'The Transformers: The Movie' yang akan tayang ulang di bioskop AS pada September.

Vokalis JLS, Aston Merrygold, menegaskan bahwa anak-anak dari seluruh personel boyband asal Inggris itu memiliki bakat alami yang cukup untuk meraih kesuksesan di industri musik tanpa harus bergantung pada nama besar orang tua mereka. Dalam wawancara eksklusif dengan BANG Showbiz, pria 38 tahun itu menyebut fenomena "nepo-baby" atau anak selebriti yang memanfaatkan koneksi keluarga tidak akan terjadi pada generasi penerus JLS.
Menurut Aston, semua anak dari Oritsรฉ Williams, Marvin Humes, JB Gill, dan dirinya sendiri menunjukkan potensi luar biasa di bidang seni. "Mereka semua sangat, sangat berbakat. Tidak akan ada drama nepo-baby di sini. Mereka akan terbang dengan kemampuan sendiri," ujarnya. Ia bahkan bercanda bahwa jumlah anak mereka cukup banyak untuk membentuk "JLS Junior", meskipun ia lebih melihat mereka sebagai calon solois.
Pernyataan ini muncul di tengah perbincangan hangat tentang nepotisme di industri hiburan global, termasuk di Indonesia. Di Tanah Air, fenomena anak artis yang langsung mendapat sorotan media dan tawaran pekerjaan kerap menuai kritik. Namun, Aston menekankan bahwa bakat tetap menjadi faktor utama, setidaknya untuk keluarga JLS. "Mereka semua anak yang cerdas, itu yang terpenting," tambahnya.
Selain membahas anak-anak, Aston juga memberikan kabar terbaru tentang pemulihan cederanya. Ia menjalani operasi besar pada pergelangan kaki setelah mengalami cedera saat latihan tur. Meski dokter melarangnya tampil, ia nekat manggung di Glasgow dengan duduk di kursi dan menggunakan kruk. Kini, berbulan-bulan pascaoperasi, ia masih beradaptasi dengan "pergelangan kaki baru"-nya. "Jika tidak aktif, rasanya kaku. Butuh latihan keras. Ini seperti memiliki bagian tubuh yang benar-benar baru," jelasnya.
Aston pun melontarkan candaan bahwa akan lebih mudah jika ia adalah bagian dari Transformers. Candaan itu relevan karena ia tengah mempromosikan perannya sebagai duta peringatan 40 tahun film animasi "The Transformers: The Movie". Riset terbaru dari Hasbro menunjukkan bahwa kematian karakter Optimus Prime berdampak emosional besar pada anak-anak era 1980-an. Sebagai permintaan maaf, film tersebut akan diputar ulang di bioskop AS pada 17โ21 September dalam format 4K.
Sementara itu, JLS masih memiliki sejumlah jadwal konser musim panas ini, termasuk di Cougar Park, Keighley, pada 24 Juli. Aston optimistis dapat tampil maksimal meski masih dalam masa pemulihan. Pertanyaannya, akankah generasi penerus JLS benar-benar mampu bersinar tanpa bayang-bayang nama besar orang tua? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun keyakinan Aston memberi sinyal positif bagi industri musik yang kerap dihantui isu nepotisme.



