Liam Gallagher Tutup Pintu untuk Album Baru Oasis: Ekspektasi Terlalu Tinggi
Baca dalam 60 detik
- Liam Gallagher menolak wacana album baru Oasis karena khawatir kritik jika gagal menyamai kesuksesan lagu-lagu legendaris mereka.
- Konser reuni Oasis Live '25 tetap berlangsung, dengan rencana tur besar termasuk residensi di Manchester dan Knebworth.
- Liam mengisyaratkan pertunjukan lanjutan pada 2027, termasuk di Etihad Stadium dan Roma, namun enggan memberi detail.

Liam Gallagher secara tegas menepis harapan penggemar yang mendambakan album baru Oasis. Vokalis berusia 52 tahun itu menilai risiko kritik yang akan dihadapi jika materi anyar tak mampu menandingi kejayaan lagu-lagu klasik mereka terlalu besar untuk ditanggung.
Menanggapi permintaan seorang penggemar di media sosial X, Liam menulis dengan nada sinis bahwa ia tidak siap menerima hujatan jika album baru tidak laris manis atau bahkan dianggap mampu menyembuhkan penyakit. "Tidak, saya tidak siap dengan kritik jika album itu tidak laku 100 juta kopi dalam jam pertama, menyembuhkan bau mulut dan sembelit bangsa, atau memutar balik waktu untuk Cher. Mari kita konser saja dan berbahagia, terima kasih," tulisnya.
Kekhawatiran Liam bukan tanpa alasan. Oasis terakhir merilis album studio pada 2008 lewat Dig Out Your Soul. Setahun berselang, perseteruan di belakang panggung antara Liam dan kakaknya, Noel Gallagher, menjadi batu nisan bagi band Britpop legendaris ini. Rekonsiliasi keduanya tahun lalu membawa angin segar bagi penggemar, diwujudkan dalam tur reuni Oasis Live '25. Namun, album baru sepertinya bukan bagian dari rencana tersebut.
Dalam unggahan sebelumnya, Liam menegaskan bahwa tekanan untuk menyamai pencapaian masa lalu akan terlalu berat. Ia bercanda bahwa jika nekat merilis album baru, Oasis bisa bubar lagi. Sikap ini mempertegas bahwa meski hubungan kakak-beradik itu telah membaik, ambisi bermusik mereka tidak lagi sejalan untuk menciptakan karya studio bersama.
Meski album baru batal, penggemar tetap bisa menantikan rangkaian konser besar. Oasis dikabarkan akan mengumumkan jadwal tur untuk tahun depan, termasuk residensi di kota kelahiran mereka, Manchester. Sejumlah pertunjukan akan digelar di Stadion Etihad, markas klub sepak bola favorit kedua bersaudara itu, Manchester City. Selain itu, mereka juga akan kembali ke Knebworth—lokasi konser monumental 1996—dengan enam pertunjukan yang memecahkan rekor.
Liam sendiri telah memberikan kode-kode mengenai pertunjukan lanjutan pada 2027. Ketika seorang penggemar bertanya tentang gerakan khas penonton saat lagu "Cigarettes & Alcohol" di tahun tersebut, Liam menjawab singkat, "Oh, akan tetap ada." Namun, ia enggan membeberkan detail lebih lanjut. Saat ditanya mengenai kabar konser di Kastil Slane, Irlandia, ia hanya berkomentar, "Pertanyaan bagus." Sementara itu, ia juga menyebut akan bermain di Stadion Etihad selama "setahun penuh" dan kembali ke Roma, Italia pada 2027.
Bagi penggemar Oasis di Indonesia, keputusan ini mungkin mengecewakan. Namun, antusiasme terhadap tur reuni tetap tinggi, mengingat popularitas Oasis yang melintasi generasi. Pertanyaan besarnya kini: akankah Noel dan Liam suatu hari nanti duduk bersama untuk menulis lagu baru, atau konser reuni ini benar-benar menjadi titik akhir perjalanan Oasis?



