Edward Stourton, Wajah Berita BBC yang Tak Lekang Zaman, Tutup Usia
Baca dalam 60 detik
- Veteran jurnalis BBC Edward Stourton meninggal pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan kanker prostat.
- Ia dikenal sebagai presenter Radio 4's Today selama hampir satu dekade, serta mengisi sejumlah program berita dan religi BBC.
- Kepergiannya meninggalkan celah besar di dunia jurnalisme Inggris, terutama dalam penyajian berita yang cerdas dan berwibawa.

Dunia jurnalistik Inggris berduka. Edward Stourton, pembawa acara legendaris BBC yang namanya identik dengan program Today di Radio 4, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/7) dalam usia 68 tahun. Kepergian pria yang dikenal karena analisisnya yang tajam dan gaya penyampaian yang tenang ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga bagi jutaan pendengar setianya.
Stourton telah berjuang melawan kanker prostat selama hampir satu dekade, sebagaimana diungkapkannya dalam memoar berjudul Confession yang terbit pada 2023. Ia menghembuskan napas terakhir di tengah keluarga, menandai akhir dari perjalanan panjang seorang figur yang tak tergantikan di industri penyiaran Inggris.
Karier Stourton membentang lebih dari empat dekade, dimulai dari ITN pada 1979. Ia menjadi salah satu pendiri Channel 4 News pada 1982, kemudian menjabat sebagai koresponden Washington pertama saluran tersebut. Setelah sempat menjadi koresponden BBC di Paris, ia kembali ke ITN sebagai Editor Diplomatik pada 1990. Bergabung dengan BBC pada 1993, ia membawakan One O'Clock News, Assignments, Panorama, dan acara interaktif Call Ed Stourton di Radio 4.
Puncak kariernya adalah ketika ia menjadi presenter tetap Today di Radio 4 selama hampir sepuluh tahun, mulai 1999. Program andalan BBC tersebut menjadi panggung bagi Stourton untuk mewawancarai para pemimpin dunia dan menggali isu-isu kompleks dengan kedalaman yang jarang ditandingi. Selain itu, ia juga membawakan The World at One dan The World This Weekend sejak 2009, serta program religi Sunday dan The Heaven and Earth Show berkat latar belakangnya sebagai seorang Katolik Roma.
Para kolega dan atasan di BBC memberikan penghormatan yang hangat. Jonathan Munro, CEO Sementara BBC News and Current Affairs, mengenang Stourton sebagai sosok yang "tak tergoyahkan" sejak masa menjadi produsernya di ITN. "Tidak banyak penyiar yang bisa membawakan Today, One O'Clock News, The World at One, dan Sunday โ tetapi dia melakukannya. Ia meninggalkan celah yang sangat besar," ujar Munro dalam pernyataan resmi. Sementara itu, Mohit Bakaya, Pengawas BBC Radio 4, menambahkan bahwa Stourton membawa "kecerdasan, otoritas, dan latar belakang yang luar biasa" dalam setiap siarannya.
Bagi pendengar di Indonesia, sosok Stourton mungkin tidak seterkenal di Inggris, namun dedikasinya pada jurnalisme berkualitas patut menjadi cermin. Di tengah maraknya berita instan dan clickbait, Stourton adalah representasi jurnalis yang mengedepankan riset mendalam, analisis bernas, dan penyampaian yang berimbang. Gaya wawancaranya yang tenang namun tajam, serta kemampuannya merangkai konteks global dengan narasi lokal, adalah pelajaran berharga bagi insan pers di mana pun.
Kepergian Edward Stourton menandai akhir dari sebuah era di BBC. Namun, warisannya โ berupa standar jurnalisme yang tinggi dan dedikasi pada kebenaran โ akan terus menginspirasi generasi jurnalis berikutnya. Pertanyaan yang kini menggantung: mampukah industri penyiaran melahirkan figur sekaliber Stourton di tengah tekanan komersialisasi dan fragmentasi audiens?



