Kejutan di Nagoya: Aonishiki Kalahkan Yokozuna Onosato, Puncaki Klasemen Bareng Dua Pegulat Lain
Baca dalam 60 detik
- Pegulat Ukraina Aonishiki meraih kemenangan perdananya atas yokozuna Onosato dalam lima pertemuan, membuatnya memuncaki klasemen Nagoya Grand Sumo Tournament bersama dua pesaing.
- Dua yokozuna, Onosato dan Hoshoryu, sama-sama menelan kekalahan di hari kesembilan, membuka peluang kejutan di sisa turnamen.
- Aonishiki, yang butuh 10 kemenangan untuk promosi otomatis ke ozeki, kini hanya selangkah lagi setelah mengalahkan lawan yang cedera.

Pegulat sekiwake asal Ukraina, Aonishiki, menorehkan sejarah pribadi di Nagoya Grand Sumo Tournament, Senin (20/7), dengan mengalahkan yokozuna Onosato untuk pertama kalinya dalam lima pertemuan. Kemenangan ini membuatnya mempertahankan posisi puncak klasemen bersama dua pegulat lain di akhir hari kesembilan turnamen 15 hari tersebut.
Pertarungan yang berlangsung di IG Arena, Nagoya, itu menjadi panggung bagi dua pegulat yang sama-sama bergulat dengan cedera. Onosato (5-4) diketahui mengalami masalah pada bahu kiri, sementara Aonishiki (8-1) masih dalam masa pemulihan cedera kaki dan pergelangan kaki yang membuatnya turun pangkat ke sekiwake setelah turnamen Mei lalu. Meski demikian, Aonishiki tampil penuh perjuangan dan akhirnya diuntungkan oleh kesalahan lawan: Onosato yang lebih besar dan kuat nyaris menang, tetapi kehilangan keseimbangan dan tersandung keluar lebih dulu.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Aonishiki yang membutuhkan 10 kemenangan untuk promosi otomatis kembali ke pangkat ozeki, pangkat tertinggi kedua dalam sumo. Saat ini ia berada di posisi 8-1, sama dengan No. 7 maegashira Kotoeiho dan pegulat Ukraina lainnya, Shishi, yang menempati peringkat ke-14. Ketiganya memimpin klasemen setelah ozeki Kirishima (7-2) harus turun tahta akibat kekalahan mengejutkan dari No. 2 maegashira Churanoumi (3-6).
Di sisi lain, dua yokozuna justru menelan kekalahan. Hoshoryu, grand champion kelahiran Mongolia, harus mengakui keunggulan komusubi muda Yoshinofuji (5-4) dalam pertarungan cengkeraman yang berakhir dengan dorongan keluar. "Saya menyerang dari posisi rendah, dan itu berhasil," ujar Yoshinofuji. "Saya mendapat cengkeraman dalam ganda, dan dari sana saya bergerak maju." Sementara itu, ozeki Kotozakura yang terancam degradasi (kadoban) kalah dari No. 3 maegashira Hakunofuji (7-2) melalui bantingan lengan atas, membuatnya terpuruk di posisi 4-5. Dengan sisa enam hari, ia hanya punya sedikit ruang untuk meraih delapan kemenangan dan menghindari turun ke sekiwake.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen ini menarik karena memperlihatkan persaingan ketat di papan atas tanpa dominasi mutlak yokozuna. Cedera yang dialami para pegulat top membuka peluang bagi pegulat kelas menengah seperti Aonishiki dan Kotoeiho untuk bersinar. Jika Aonishiki berhasil mempertahankan performa, ia bisa menjadi pegulat Eropa pertama yang meraih gelar Emperor's Cup dalam beberapa tahun terakhir, sebuah prestasi yang layak dinantikan.
Pertanyaan besarnya: akankah Aonishiki mampu menjaga konsistensi di sisa turnamen, atau justru salah satu dari tiga pemuncak klasemen akan tersandung? Dengan sejarah panjang kejutan di sumo, Nagoya tahun ini masih menyimpan banyak cerita.



