Ashes 2027: Inggris Mulai Perburuan di Trent Bridge, Utara Inggris Tak Kebagian Laga
Baca dalam 60 detik
- Seri Ashes 2027 akan dimulai dengan laga pria di Trent Bridge pada 18 Juni, sementara wanita memulai enam hari kemudian di Headingley.
- Keputusan tidak menyertakan Old Trafford dan Headingley sebagai tuan rumah tes pria menuai kritik, termasuk dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
- Australia akan menjalani jadwal padat dengan lima seri tes sebelum Ashes, termasuk lawatan ke India dan laga peringatan 150 tahun tes kriket melawan Inggris.

Inggris akan memulai upaya merebut kembali piala Ashes dari Australia pada Juni 2027, dengan laga pertama tes pria di Trent Bridge, Nottingham, pada 18 Juni. Keputusan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun laga tes pria yang digelar di Inggris utara, setelah Old Trafford dan Headingley tidak masuk dalam daftar tuan rumah.
Laga kedua akan berlangsung di Lord's (30 Juniโ4 Juli), disusul Edgbaston (8โ12 Juli), dan Utilita Bowl di Southampton (21โ25 Juli) yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah tes Ashes. Seri ditutup di Kia Oval (29 Juliโ2 Agustus). Sementara itu, seri wanita multi-format berlangsung dari 24 Juni hingga 20 Juli, dengan tes empat hari di Headingley pada 24 Juni sebagai pembuka.
Keputusan tidak menggelar tes pria di utara Inggris menuai kritik sejak diumumkan pada 2023. Andy Burnham, yang saat itu menjabat Wali Kota Greater Manchester dan kini menjadi Perdana Menteri, mengecam langkah tersebut. Old Trafford, yang semula dijadwalkan menjadi tuan rumah tes pada 2027, hanya akan menggelar ODI melawan Pakistan.
Inggris datang dengan beban berat setelah kalah 4-1 di Australia pada musim dingin lalu dan kehilangan pelatih tes Brendon McCullum yang dipecat. Sebagai persiapan, mereka akan menjalani satu laga tes melawan Bangladesh di Lord's (28 Meiโ1 Juni). Sementara itu, Australia akan menggelar pemanasan melawan England Lions di Old Trafford (7โ10 Juni) berdasarkan kesepakatan timbal balik baru antara kedua negara.
Bagi Australia, Ashes 2027 menjadi puncak dari rangkaian jadwal merah-bola yang sangat padat. Mereka akan menjamu Bangladesh (2 tes, Agustus 2026), bertandang ke Afrika Selatan (3 tes, Oktober 2026), menjamu Selandia Baru (4 tes, akhir 2026), bertandang ke India (5 tes, JanuariโFebruari 2027), dan satu laga tes peringatan 150 tahun kriket melawan Inggris pada Maret 2027. Jika Australia lolos ke final Kejuaraan Tes Dunia (9 Juni 2027 di Oval), laga pemanasan melawan England Lions akan ditinjau ulang.
Di sisi wanita, Inggris bertekad memperbaiki catatan setelah kalah telak 16-0 di Australia pada 2025. Mereka belum pernah memenangi tes Ashes sejak 2014. Seri wanita menggunakan format multi-format dengan kemenangan tes bernilai 4 poin dan kemenangan white-ball bernilai 2 poin. Laga T20 akan digelar di Trent Bridge, Oval, dan Old Trafford, sementara ODI di Southampton, Lord's, dan Edgbaston.
Musim panas Inggris 2027 juga mencakup seri ODI melawan Pakistan (5 laga, Mei) dan laga melawan Selandia Baru (3 T20, 5 ODI, September) sebagai persiapan Piala Dunia 50-over yang dimulai Oktober. Inggris wanita akan menjamu Bangladesh dalam 3 T20 dan 3 ODI pada September. Selain itu, tim disabilitas campuran Inggris akan menghadapi Australia, meski jadwalnya belum diumumkan.
Keputusan memusatkan tes pria di selatan Inggris memicu pertanyaan tentang distribusi geografis pertandingan besar di masa depan. Dengan popularitas kriket yang terus tumbuh, apakah Inggris mampu mempertahankan basis penggemar di utara jika laga-laga prestisius terus absen?



