Pemain Bintang Argentina Terancam Hukuman Berat Usai Amuk ke Wasit
Baca dalam 60 detik
- Tomas Albornoz dilaporkan ke komite disiplin World Rugby setelah protes keras kepada wasit usai kekalahan tipis Argentina dari Inggris.
- Insiden terjadi saat wasit menganulir try di menit akhir yang bisa menyelamatkan Argentina dari kekalahan di Nations Championship.
- Ancaman hukuman berkisar dari 12 pekan hingga 260 pekan, tergantung tingkat pelanggaran terhadap ofisial pertandingan.

Pemain flyhalf Argentina, Tomas Albornoz, harus berhadapan dengan komite disiplin World Rugby setelah meluapkan kemarahan kepada wasit Angus Gardner pasca kekalahan tipis timnya dari Inggris di Nations Championship akhir pekan lalu. Emosi yang tak terkendali itu berpotensi membawa sanksi berat bagi salah satu bintang Los Pumas tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di Estadio Unico Madre de Ciudades, Santiago del Estero, berjalan sengit. Inggris unggul tipis 31-24, namun Argentina nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Wasit Gardner menganulir sebuah try yang bisa membuat skor imbang, memicu kemarahan pemain Argentina. Albornoz, yang dikenal sebagai pemain kunci, terlihat berteriak dan melempar bola ke tanah dengan marah, hingga harus ditenangkan oleh staf pelatih dan rekan setimnya.
World Rugby dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa tuduhan terhadap Albornoz terkait dengan pelecehan terhadap ofisial pertandingan setelah peluit akhir. Proses sidang disiplin akan segera digelar. โSesuai dengan prosedur sanksi penyalahgunaan ofisial pertandingan, tuduhan ini berkaitan dengan kejadian setelah peluit akhir. Detail sidang akan dikonfirmasi dalam waktu dekat,โ demikian pernyataan World Rugby.
Insiden ini menjadi sorotan karena Albornoz merupakan pemain andalan Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Sikapnya yang emosional dinilai mencoreng sportivitas, namun juga mencerminkan tekanan tinggi dalam pertandingan internasional. Para pengamat rugby menilai bahwa sanksi berat diperlukan untuk memberikan efek jera, mengingat maraknya insiden serupa di level tertinggi.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi di lapangan. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, perkembangan olahraga ini mulai mendapat perhatian. Federasi Rugby Indonesia (Persatuan Rugby Union Indonesia) dapat menjadikan kasus ini sebagai bahan edukasi bagi atlet muda tentang etika dan konsekuensi pelanggaran terhadap wasit.
Ke depannya, keputusan komite disiplin akan menjadi preseden bagi penanganan kasus serupa. Apakah hukuman berat akan dijatuhkan untuk menjaga kredibilitas wasit, atau ada keringanan mengingat situasi pertandingan yang memanas? Publik rugby dunia, termasuk penggemar di Indonesia, menanti hasil sidang yang dijadwalkan dalam waktu dekat.



