Pasar Farmasi Vietnam Tembus US$10 Miliar, Investor Asing Berebut Akuisisi
Baca dalam 60 detik
- Nilai pasar farmasi Vietnam diperkirakan mencapai US$10 miliar pada 2026, didorong oleh belanja kesehatan per kapita yang masih rendah dan perluasan cakupan asuransi.
- Gelombang akuisisi oleh perusahaan Jepang, AS, dan Korea Selatan menunjukkan preferensi investor asing untuk membeli perusahaan lokal ketimbang membangun pabrik baru.
- Ketergantungan pada bahan baku impor (80-90%) dan keterbatasan riset menjadi tantangan utama bagi produsen dalam negeri di tengah pertumbuhan pasar.

Pasar farmasi Vietnam segera menembus angka US$10 miliar pada tahun ini, menjadikannya salah satu sektor kesehatan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Lonjakan ini tidak hanya menarik minat perusahaan obat global, tetapi juga mengubah peta investasi di bursa saham negeri tersebut.
Menurut riset industri, nilai pasar yang sebelumnya sekitar US$7 miliar beberapa tahun lalu kini meroket seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan perluasan cakupan asuransi. Meski belanja farmasi per kapita telah naik menjadi US$75, angka itu masih jauh di bawah Thailand dan Malaysia, menandakan potensi ekspansi yang masih besar.
Para analis menilai bahwa Vietnam kini menjadi tujuan utama bagi perusahaan farmasi multinasional. Salah satu pendorong utamanya adalah kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan obat produksi dalam negeri, terutama di jalur distribusi rumah sakit (ETC). Hal ini membuat perusahaan lokal dengan sertifikasi EU-GMP menjadi incaran strategis.
Gelombang akuisisi asing semakin deras. Perusahaan Jepang Taisho meningkatkan kepemilikannya di DHG Pharmaceutical hingga level pengendali, memperkuat posisinya sebagai produsen farmasi terbesar Vietnam. Sementara itu, Abbott Laboratories dari AS melalui anak usahanya CFR International mengakuisisi 51,7% saham Domesco, memperluas kapasitas produksi lokal untuk mendukung strategi ekspansi Asia. Investor Korea Selatan juga tak ketinggalan: Daewoong Pharmaceutical bersama Mirae Asset membeli 40,12% saham Traphaco senilai lebih dari VND2,35 triliun.
Menurut catatan SHS Research, periode 2025-2030 menjadi siklus pertumbuhan baru bagi industri farmasi Vietnam. Perusahaan lokal mulai beralih dari sekadar produsen obat generik menuju ekosistem manufaktur modern yang memenuhi standar internasional dan terintegrasi dalam rantai pasok global. Analis Viet Dragon Securities (VDSC) memprediksi aktivitas merger dan akuisisi akan semakin cepat, terutama pada perusahaan yang memiliki jaringan distribusi rumah sakit kuat, fasilitas produksi canggih, dan kapasitas kepemilikan yang cukup untuk menampung investor strategis.
"Perusahaan dengan fasilitas bersertifikat EU-GMP, jaringan distribusi luas, dan ruang kepemilikan yang memadai akan menjadi target utama investor asing," ujar analis dari VDSC.
Namun, di balik optimisme itu, produsen farmasi dalam negeri masih menghadapi tantangan struktural. Sekitar 80-90% bahan baku obat masih diimpor, sementara kemampuan riset dan pengembangan yang terbatas membuat banyak perusahaan kesulitan bersaing di segmen obat berteknologi tinggi. Hal ini menjadi celah yang perlu segera diatasi jika Vietnam ingin benar-benar menjadi pusat farmasi regional.
Di pasar saham, saham farmasi menunjukkan kinerja defensif yang kuat. Meski indeks kesehatan di Bursa Efek Ho Chi Minh (HoSE) turun 8,9% pada April dan lebih dari 5% pada Juni, banyak saham farmasi justru bertahan bahkan naik. Saham Binh Dinh Pharmaceutical dan Medical Equipment JSC mencatat kenaikan dua digit berkat prospek obat onkologi dan jalur rumah sakit, sementara DHG Pharma dan Imexpharm terus menguat didukung fundamental solid.
Ke depan, pertumbuhan laba sektor farmasi diperkirakan mencapai 10-12% pada 2026, ditopang oleh meningkatnya permintaan kesehatan, perluasan saluran distribusi rumah sakit, dan kebijakan yang memprioritaskan obat produksi dalam negeri. Pertanyaannya, akankah produsen lokal mampu mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan meningkatkan kapasitas riset agar tidak sekadar menjadi target akuisisi?



