Teori Klon Britney Spears Dibantah Sang Putra: 'Ridiculous'
Baca dalam 60 detik
- Jayden Federline, putra Britney Spears, menyebut teori bahwa ibunya digantikan klon sebagai 'konyol' dan contoh penyebaran hoaks di media sosial.
- Ia mengkritik pengguna TikTok yang mudah percaya pada konten viral tanpa verifikasi, merujuk pada video dengan 1,2 juta suka yang mempertanyakan apakah Britney masih hidup.
- Di tengah rumor, hubungan Britney dengan kedua putranya membaik, terlihat dari dukungannya saat mereka menjalani debut runway di Paris Fashion Week.

Jayden Federline, putra bungsu Britney Spears yang kini berusia 19 tahun, angkat bicara membantah teori konspirasi yang menyebut ibunya telah digantikan oleh seorang klon. Dalam sebuah siaran langsung, ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak masuk akal dan hanya memperkuat bagaimana informasi palsu mudah menyebar di era digital.
Teori yang beredar sejak dua tahun terakhir ini mengklaim bahwa akun media sosial Britney Spears dikendalikan oleh seorang peniru, bukan penyanyi asli 'Toxic' tersebut. Jayden, yang merupakan anak dari pernikahan Britney dengan Kevin Federline, menyebut fenomena ini sebagai contoh nyata dari "kebodohan kolektif" warganet. "Saya buka TikTok dan melihat video dengan 1,2 juta suka, caption-nya bertanya 'Apakah Britney Spears masih hidup?' Padahal kalian bisa langsung lihat di halamannya," ujarnya.
Menurut Jayden, banyak orang sengaja memanfaatkan sifat mudah percaya pengguna media sosial untuk meraih popularitas. "Mereka tahu orang-orang mudah dibodohi. Jika videonya banyak disukai, mereka langsung percaya tanpa melakukan riset," tambahnya. Pernyataan ini menjadi kritik tajam terhadap budaya viral yang kerap mengabaikan fakta.
Di tengah hiruk-pikuk teori konspirasi, hubungan Britney dengan kedua putranya, Jayden dan Preston (20), justru menunjukkan perkembangan positif. Setelah melalui masa-masa sulit dan keterasingan, ketiganya kini mulai membangun kembali ikatan keluarga. Hal ini terlihat jelas ketika Britney memberikan dukungan penuh saat kedua putranya menjalani debut runway di peragaan busana Vetements Spring/Summer 2027 di Paris Men's Fashion Week bulan lalu.
Dalam wawancara dengan Vogue Amerika, Jayden mengungkapkan bahwa meskipun Britney tidak hadir langsung, ia mengirimkan bunga ke hotel serta menelepon dan mengirim pesan berkali-kali. "Dia sangat gugup untuk kami. Tapi dia percaya kami bisa. Dia bilang, 'Kalian anak-anakku, kalian pasti bisa,'" kenang Jayden. Dukungan ini menjadi bukti bahwa hubungan ibu dan anak tersebut semakin erat.
Meskipun debut modeling mereka sukses, baik Jayden maupun Preston mengaku bahwa musik tetap menjadi gairah utama mereka. "Musik adalah fondasi segalanya bagiku. Jayden dan aku sudah bermusik seumur hidup kami, dan kami lebih tertarik ke arah itu daripada yang lain," ujar Preston. Keduanya kini tengah menjajaki kemungkinan untuk merilis karya musik bersama, menunjukkan bahwa bakat seni mengalir deras dalam keluarga Spears.
Fenomena teori klon Britney Spears ini mengingatkan pada kasus serupa di Indonesia, seperti hoaks tentang artis yang digantikan oleh robot atau makhluk lain. Psikolog media sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Rini Setiowati, menilai bahwa kepercayaan terhadap teori konspirasi semacam ini dipicu oleh ketidakpercayaan publik terhadap informasi resmi dan kecenderungan untuk mencari penjelasan sensasional. "Di Indonesia, hoaks serupa juga sering muncul, terutama saat ada figur publik yang vakum atau menunjukkan perubahan perilaku. Masyarakat perlu diedukasi untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi," jelasnya.
Ke depannya, apakah teori klon Britney Spears akan meredup setelah bantahan langsung dari putranya? Atau justru akan semakin memperkuat keyakinan para penganutnya? Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, kebenaran seringkali harus berjuang melawan sensasi dan viralitas.



