Sharon Osbourne: Cara Paling Sederhana Mengenang Ozzy, Putar Musik Keras-Keras
Baca dalam 60 detik
- Sharon Osbourne mengajak penggemar memperingati setahun wafatnya Ozzy dengan memutar musik Black Sabbath sekeras mungkin dan headbanging.
- Di balik citra ikon metal, Sharon menekankan sisi humor dan keautentikan Ozzy yang selalu jujur dan apa adanya.
- Sharon terus membagikan momen personal di media sosial, dari ucapan anniversary hingga terima kasih atas dukungan publik.

Setahun setelah kepergian sang legenda, Sharon Osbourne memberikan resep paling sederhana untuk mengenang Ozzy Osbourne: putar musiknya keras-keras dan headbang sepuasnya. Dalam wawancara dengan BBC Radio WM, wanita berusia 73 tahun itu menyampaikan pesan yang persis seperti yang sering diucapkan suaminya semasa hidup.
"Seperti kata Ozzy, kalau kalian ingin mengingat aku, putar musiknya sekencang mungkin, sekeras yang kalian bisa, dan headbang saja," ujar Sharon menirukan pesan mendiang. Baginya, tidak ada cara yang lebih tepat untuk menghormati sang Pangeran Kegelapan selain merayakan musik yang telah ia ciptakan bersama Black Sabbath.
Namun di luar dentuman gitar dan teriakan khas heavy metal, Sharon juga ingin publik mengingat sisi lain Ozzy yang jarang terekspos. "Dia lucu, karismatik, dan nyata. Otentik. Dia tidak pernah berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya," kenang Sharon. Ia menambahkan bahwa meski pertengkaran mereka sering memanas, selalu berakhir dengan tawa karena Ozzy melontarkan hal-hal konyol yang membuat keduanya terpingkal-pingkal.
Ozzy Osbourne, yang dijuluki Prince of Darkness, bukan hanya ikon heavy metal berkat kariernya bersama Black Sabbath, tetapi juga menembus audiens baru lewat reality show MTV The Osbournes. Kepergiannya di usia 76 tahun setelah bergulat dengan Parkinson dan sederet masalah kesehatan menyisakan duka mendalam, terutama bagi Sharon yang mendampinginya hingga akhir.
Beberapa pekan sebelum wawancara itu, Sharon memperingati hari jadi pernikahan mereka yang ke-46 dengan mengunggah foto kedua tangannya yang saling menggenggam di Instagram. "Hari ini seharusnya menjadi hari pernikahan kami yang ke-46. Namun, ini menjadi perayaan cinta yang bahkan kematian tak bisa memadamkannya. Aku merindukan genggaman tanganmu, tapi aku membawa cintamu di setiap langkahku," tulisnya. Ia menutup dengan kalimat: "Selamanya suamiku. Selamanya hatiku."
Sejak kepergian Ozzy, Sharon secara berkala membagikan momen-momen reflektif di media sosial. Pada September 2025, ia mengunggah video saat dirinya dan putri mereka, Kelly Osbourne, menghabiskan waktu bersama burung hantu. "Aku masih kesulitan menemukan kata-kata untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya aku atas cinta dan dukungan luar biasa yang kalian tunjukkan di media sosial," tulisnya kala itu. Ia menyebut interaksi dengan burung-burung itu sebagai pengalaman magis yang dibangun atas kepercayaan dan rasa aman.
Bagi penggemar Ozzy di Indonesia, pesan Sharon ini bisa menjadi pengingat bahwa warisan seorang seniman tidak melulu soal prestasi atau kontroversi, melainkan juga kehangatan pribadi yang ditinggalkannya. Di tengah industri musik yang kerap mengedepankan citra sempurna, kejujuran Ozzy menjadi nilai langka yang patut diteladani.
Pertanyaan yang tersisa: akankah generasi muda penikmat metal di Tanah Air tetap memutar Paranoid atau Crazy Train dengan volume maksimal, atau justru mulai melupakan sosok yang mendefinisikan genre ini? Sharon tampaknya sudah memberi jawaban: headbang saja, jangan berhenti.



