John Leguizamo Rela Mati-matian Demi Peran Tunanetra di Film The Odyssey
Baca dalam 60 detik
- John Leguizamo memakai lensa kontak katarak buatan tangan dan berlatih di rumah tanpa lampu untuk memerankan Eumaeus yang tunanetra di film The Odyssey garapan Christopher Nolan.
- Aktor 65 tahun itu juga menjalani rias wajah penuaan selama enam jam serta pemutihan rambut selama sepuluh jam demi menghindari wig yang dianggapnya tidak natural.
- Nolan disebut terpesona menyaksikan teknik method acting Leguizamo yang meliputi dialog sendiri, melompat-lompat, dan menangis sebelum syuting.

John Leguizamo rela menjalani serangkaian persiapan ekstrem demi memerankan Eumaeus, seorang pelayan setia yang buta sebagian, dalam film epik terbaru Christopher Nolan, The Odyssey. Aktor 65 tahun itu tidak hanya memakai lensa kontak khusus yang membuatnya nyaris tidak bisa melihat di lokasi syuting, tetapi juga berlatih berjalan di rumah dalam kegelapan total untuk merasakan pengalaman tunanetra secara langsung.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Leguizamo mengungkapkan bahwa lensa kontak yang digunakannya dibuat khusus dengan lukisan tangan untuk mensimulasikan katarak di kedua matanya. โSatu mata benar-benar katarak, yang lain sebagian,โ katanya. Kondisi ini membuatnya benar-benar tidak bisa melihat saat berakting, sebuah tantangan yang ia sambut dengan pendekatan method acting yang khas.
Untuk mempersiapkan peran tersebut, Leguizamo tidak hanya mengandalkan alat peraga. Ia mulai mempelajari gerak-gerik orang lanjut usia setelah Nolan memberitahunya bahwa karakternya akan lebih tua. Ia juga menghabiskan waktu bersama seorang teman SMA yang buta secara hukum untuk memahami bagaimana orang tunanetra beradaptasi dengan lingkungan. โSaya berkeliling rumah dengan semua lampu mati, mencoba berpindah dari satu tempat ke tempat lain di malam hari,โ ujarnya. Ia juga belajar menghafal letak furnitur dan ruang, seperti yang diajarkan temannya.
Transformasi fisik Leguizamo tidak berhenti di situ. Untuk menghindari wig yang menurutnya selalu terlihat โmelayangโ di atas kepala aktor, ia memilih memutihkan rambut aslinya. Proses pemutihan memakan waktu lima jam per hari selama dua hari berturut-turut. Sementara itu, rias wajah penuaan pada hari pertama syuting berlangsung enam jam, diaplikasikan oleh seniman rias Luisa Abel. โMereka menekan tenggorokan saya, merekatkan kulit, dan memasang kantung mata. Benar-benar gila. Dan saya tidak bisa melihat!โ kenang Leguizamo.
Menariknya, sutradara Christopher Nolan disebut sangat tertarik dengan metode akting yang dibawa Leguizamo. โSaya pikir Nolan menyaksikan aktor method seperti saya untuk pertama kalinya. Ia terpesona dengan apa yang saya lakukan,โ kata Leguizamo. Ia mengaku harus memicu mood-nya sendiri sebelum syuting, termasuk berbicara sendiri, melompat-lompat, memukul tubuh, berteriak, dan menangis. Nolan, menurutnya, terkesima melihat proses tersebut.
Bagi penonton Indonesia, dedikasi Leguizamo ini mengingatkan pada komitmen aktor lokal seperti Reza Rahadian yang rela menambah berat badan atau mempelajari dialek tertentu demi peran. Namun, persiapan ekstrem seperti membutakan diri sementara masih jarang dilakukan di industri film Tanah Air. Pertanyaannya, apakah metode seperti ini akan menjadi tren baru di kalangan aktor Indonesia, atau tetap dianggap terlalu berisiko?
The Odyssey sendiri merupakan adaptasi dari puisi epik Homer yang dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus. Film ini dijadwalkan rilis pada 2026 dan menjadi salah satu proyek paling ambisius Nolan setelah Oppenheimer. Dengan persiapan matang Leguizamo, penonton dapat menantikan penampilan yang autentik dan mengharukan dari karakter Eumaeus.



