Liverpool Buru Duet Maut Barcola-Svensson di Sisi Kiri, Dana Rp900 Miliar Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengincar Bradley Barcola (PSG) dan Daniel Svensson (Dortmund) untuk memperkuat sisi kiri serangan musim depan.
- Duet ini diyakini mampu menciptakan kombinasi overlapping dan cutting inside yang merepotkan pertahanan lawan.
- Borussia Dortmund membanderol Svensson dengan harga hingga £43 juta, memicu persaingan ketat dengan Arsenal.

Liverpool berancang-ancang membangun kembali kekuatan di sisi kiri penyerangan dengan mendatangkan dua pemain sekaligus: winger Paris Saint-Germain Bradley Barcola dan bek kiri Borussia Dortmund Daniel Svensson. Langkah ini menjadi prioritas setelah The Reds gagal memboyong Yan Diomande dan Morgan Rogers, serta ditinggal Andy Robertson yang hengkang ke Tottenham Hotspur secara gratis.
Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, dipastikan akan mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang ia gunakan di Bournemouth musim lalu. Dalam skema itu, Barcola—yang telah memulai 113 pertandingan sebagai winger kiri—akan menjadi pilihan utama menggantikan Cody Gakpo. Pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan 34 gol dalam dua musim terakhir bersama PSG, angka yang diyakini bisa menambal kebuntuan gol Liverpool dari sektor sayap.
Namun, sepak bola bukan sekadar individu. Iraola membutuhkan bek kiri yang bisa menjadi mitra ideal Barcola. Di sinilah Daniel Svensson masuk. Pemain Swedia berusia 24 tahun itu digambarkan pelatihnya, Niko Kovac, sebagai "mesin lari" berkat stamina dan agresivitasnya dalam membantu serangan. Musim lalu di Bundesliga, Svensson mencetak dua gol dan menciptakan enam peluang emas dalam 27 start, plus torehan dua gol di Liga Champions dari delapan pertandingan.
Menurut laporan Caught Offside, Liverpool dan Arsenal sama-sama mengincar Svensson. Persaingan ini diperkirakan mendorong Dortmund mematok harga hingga £43 juta (sekitar Rp900 miliar). Angka tersebut dinilai wajar mengingat performa konsisten Svensson sejak pindah dari Nordsjaelland pada 2024. Ia total tampil 45 kali di semua kompetisi musim lalu, menunjukkan ketahanan fisik yang dibutuhkan Premier League.
Bagi penggemar Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan pergeseran strategi Liverpool di bawah Iraola. Alih-alih mengandalkan full-back tradisional seperti Robertson yang lebih defensif, Svensson menawarkan ancaman ofensif setara winger. Jika terealisasi, lini kiri Liverpool akan memiliki dua pemain dengan kontribusi gol dan assist tinggi—mirip dengan formula yang membuat Trent Alexander-Arnold dan Mohamed Salah begitu dominan di sisi kanan.
Namun, masih ada ganjalan. Liverpool harus bersaing dengan Arsenal yang juga membutuhkan bek kiri baru. Selain itu, Barcola sendiri belum pasti hengkang dari PSG, meski ia disebut sebagai target utama Iraola. Jika kedua transfer ini gagal, The Reds bisa kembali kehilangan momentum di bursa transfer—seperti yang terjadi pada Diomande dan Rogers.
Pertanyaan besarnya: akankah Liverpool berani menggelontorkan dana besar untuk satu sisi lapangan, atau justru memilih opsi yang lebih murah? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan bentuk serangan Liverpool musim depan.



