Gavin Rossdale: Anak-Anak Tak Andalkan Nama Besar Orang Tua di Industri Musik
Baca dalam 60 detik
- Vokalis Bush, Gavin Rossdale, menegaskan putra-putranya dari Gwen Stefani tidak bergantung pada popularitas orang tua untuk berkarier di musik.
- Ia menyebut bakat adalah penyeimbang utama, merujuk pada Jeff Buckley yang sukses meski dikenal sebagai anak musisi.
- Salah satu putranya yang berusia 19 tahun memilih jalur independen, menolak nasihat sang ayah dan fokus pada rekaman lagu.

Gavin Rossdale, vokalis band Bush, menegaskan bahwa kedua putra sulungnya dari pernikahan dengan Gwen Stefani tidak berniat memanfaatkan nama besar orang tua untuk melesat di industri musik. Dalam wawancara terbaru, ia menekankan bahwa kualitas pribadi tetap menjadi faktor penentu kesuksesan, bukan sekadar hubungan darah.
Rossdale, yang kini berusia 60 tahun, memiliki tiga putra dari Stefani: Kingston (19), Zuma (17), dan Apollo (12). Ia juga memiliki seorang putri, Daisy Lowe (37), dari hubungan sebelumnya dengan perancang busana Pearl Lowe. Dalam podcast "And The Writer Is... with Ross Golan", Rossdale mengomentari fenomena "nepo babies"—istilah untuk anak selebritas yang dianggap mendapat kemudahan berkat koneksi orang tua.
"Orang-orang banyak bicara soal nepo babies. Tapi lihatlah Jeff Buckley, anak Tim Buckley. Tidak ada yang peduli dia nepo baby karena musiknya sangat bagus," ujar Rossdale. Menurutnya, kualitas adalah "penyeimbang hebat" yang mendorong seseorang maju. "Jika kualitas kurang, ya itu jadi sasaran empuk kritik," tambahnya.
Salah satu putra Rossdale, yang tidak disebutkan namanya, telah memutuskan untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan fokus pada rekaman lagu. Menariknya, ia enggan menerima masukan dari sang ayah. "Dia tidak mau mendengar apa pun dari saya. Benar-benar tidak ada nasihat. Saya bilang, 'Jika kamu ingin jadi musisi, itu sulit. Tapi bernyanyilah banyak, main gitar, dan ambil les agar paham apa yang kamu lakukan,'" cerita Rossdale.
Dalam urusan pengasuhan, Rossdale dan Stefani—yang bercerai pada 2016—menjalankan pola co-parenting yang menurutnya berjalan baik. Ia menganalogikannya sebagai "jalan tol dua jalur" yang tidak pernah bertemu, namun tetap efektif. "Masing-masing melakukan yang terbaik. Anak-anak tumbuh, dan saya bangga dengan sistem ini," katanya kepada Fox News Digital pada Maret lalu.
Prioritas utama Rossdale dalam mendidik anak-anaknya bukanlah menjadikan mereka kaya atau terkenal, melainkan pribadi yang disukai orang lain. "Hidup sudah cukup sulit tanpa menjadi orang yang menyebalkan. Saya ingin mereka sadar akan orang lain, penuh perhatian, dan empati," ujarnya. Ia berusaha memberi teladan melalui konsistensi pertemanan dan pendekatan hidup yang stabil.
Pernyataan Rossdale ini menarik untuk dicermati di tengah maraknya perdebatan tentang privilege anak selebritas di industri hiburan. Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap menjadi sorotan, di mana anak artis kerap dianggap mendapat jalan pintas. Namun, seperti ditekankan Rossdale, bakat dan kerja keras tetap menjadi kunci utama—sebuah pesan yang relevan bagi para orang tua dan generasi muda di Tanah Air.
Ke depan, apakah Kingston atau Zuma mampu membuktikan diri tanpa bayang-bayang nama besar orang tua? Atau akankah label "nepo baby" tetap melekat meski mereka telah berusaha mandiri? Jawabannya akan terlihat dari karya yang mereka hasilkan.



