Disney+ Angkat Kisah Hidup Julie Andrews dalam Dokumenter Eksklusif 2027
Baca dalam 60 detik
- Julie Andrews akan menjadi subjek dokumenter panjang Disney+ yang menyoroti perjalanan hidup dan kariernya.
- Film garapan R.J. Cutler ini menjanjikan materi arsip tak pernah tayang dan wawancara baru yang intim.
- Dokumenter ini tayang 2027, seiring meningkatnya minat pada warisan Andrews dan proyek Princess Diaries 3.

Julie Andrews, aktris dan penyanyi legendaris peraih Oscar, akan menjadi pusat perhatian dalam sebuah dokumenter panjang yang diproduksi Disney+. Film yang dijadwalkan tayang pada 2027 ini digarap oleh sineas ternama R.J. Cutler, yang sebelumnya sukses dengan Billie Eilish: The World’s A Little Blurry dan Martha.
Dokumenter ini menjanjikan potret intim perjalanan Andrews—dari panggung vaudeville Inggris hingga puncak ketenaran Hollywood—melalui rekaman arsip yang belum pernah dipublikasikan serta wawancara baru. Disney+ menyebut film ini akan mengungkap sisi lain di balik kariernya yang gemilang, termasuk tantangan pribadi yang jarang diketahui publik.
Andrews, yang kini berusia 90 tahun, dikenal luas lewat perannya dalam Mary Poppins (1965) yang membuatnya meraih Academy Award, The Sound of Music, Victor/Victoria, serta trilogi The Princess Diaries. Suaranya yang khas telah menjadi ikon global, meskipun ia sempat mengalami cedera pita suara yang mengubah jalur karier menyanyinya.
Pengumuman ini muncul di tengah gelombang nostalgia Disney yang tengah menggarap sekuel The Princess Diaries 3 bersama Anne Hathaway. Dokumenter Andrews diharapkan menjadi pelengkap bagi penggemar setia yang ingin mengenal lebih dalam sisi manusiawi sang bintang.
Cutler mengungkapkan kekagumannya terhadap Andrews. “Ia bukan sekadar penghibur yang dicintai. Ia adalah batu ujian budaya, sosok yang melekat dalam cara banyak generasi memahami kegembiraan, ketahanan, dan keanggunan,” ujarnya. “Kebanyakan orang tidak tahu tantangan luar biasa yang ia hadapi sepanjang hidupnya. Kami menggali semua itu dalam film ini.”
Bagi penonton Indonesia, dokumenter ini bisa menjadi jendela untuk memahami perjalanan seorang ikon yang karya-karyanya seperti The Sound of Music dan Mary Poppins telah dinikmati lintas generasi di Tanah Air. Tayangan semacam ini juga memperkuat posisi Disney+ sebagai platform yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendokumentasikan warisan budaya global.
Dengan jadwal rilis yang masih tiga tahun lagi, publik tentu menanti apakah dokumenter ini akan menyentuh aspek-aspek personal yang selama ini jarang terungkap, termasuk masa-masa sulit pasca cedera vokal Andrews. Satu hal yang pasti: kisah Julie Andrews masih jauh dari kata usai.



