Rekor di Lord's: Inggris Hancurkan India dengan Skor Tertinggi Sepanjang Sejarah ODI
Baca dalam 60 detik
- Inggris mencatatkan total 387-3, skor tertinggi dalam sejarah ODI di Lord's, mengalahkan rekor sebelumnya yang juga dibuat Inggris pada 1975.
- Ben Duckett mencetak 141 run, skor individu tertinggi di Lord's untuk pria, sementara Joe Root melanjutkan konsistensinya dengan 74 run tak terkalahkan.
- Kemenangan 27 run memastikan Inggris merebut seri 2-1, sekaligus mengakhiri dominasi India di kandang sendiri.

Inggris menorehkan sejarah baru di Lord's, London, dengan mencetak total 387-3 dalam pertandingan One Day International (ODI) ketiga melawan India, Minggu (12/7). Angka tersebut menjadi skor tertinggi yang pernah dicatatkan di kandang kriket Inggris itu, sekaligus mengamankan kemenangan seri 2-1 setelah sebelumnya India unggul di pertandingan kedua.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini menyaksikan performa gemilang Ben Duckett, yang mencetak 141 run dari 135 bola—skor individu tertinggi di Lord's untuk kategori pria. Duckett, bersama Jacob Bethell (91 run), membangun kemitraan pembuka sebesar 192 run, rekor tertinggi Inggris di Lord's dan melawan India. Joe Root kemudian menambahkan 74 run tak terkalahkan dari 48 bola, mencatatkan skor 50+ untuk keenam kalinya berturut-turut dalam ODI.
India, yang membutuhkan 388 run untuk menang—target tertinggi kedua dalam sejarah ODI—memberikan perlawanan sengit. Kapten Rohit Sharma mencetak 138 run dari 111 bola, dengan 17 four dan 5 six, sebelum akhirnya tumbang di tangan Bethell pada over ke-38. Momen itu menjadi titik balik, karena setelah kepergian Rohit, Virat Kohli (74 run) tidak mampu membawa timnya mengejar laju run yang terus meningkat. Sam Curran menjadi penghancur utama dengan 4 wicket untuk 75 run.
Bagi penggemar kriket Indonesia, pertandingan ini menyoroti dominasi Inggris di kandang dan konsistensi pemain seperti Root, yang menunjukkan kelas dunia. Namun, performa India—terutama Rohit yang dikabarkan akan pensiun—menunjukkan bahwa tim tamu tetap kompetitif. Pelajaran bagi tim Asia Tenggara: pentingnya kemitraan awal dan pengelolaan run rate di bawah tekanan.
Ke depan, Inggris akan menghadapi Australia dalam seri ODI mendatang, sementara India akan menjalani tur ke Afrika Selatan. Pertanyaan yang muncul: mampukah Inggris mempertahankan performa ini di luar kandang, dan akankah Rohit benar-benar gantung sepatu setelah seri ini?



