Vuelta 2025: Omrzel Menang Etape 12, Mas Kokoh di Puncak Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Slovenia, Jakob Omrzel, merebut kemenangan perdana di Grand Tour pada etape 12 Vuelta, finis hampir dua menit di depan pesaing terdekatnya.
- Enric Mas memperlebar jarak di klasemen umum menjadi 1 menit 56 detik setelah serangan telat di tanjakan terakhir, meninggalkan Roglic dan Gall yang tak mampu merespons.
- Dengan absennya Pogacar akibat cedera, persaingan menuju podium final di Andalusia diprediksi semakin sengit antara Mas, Roglic, dan Gall.

Vuelta a Espana 2025 kembali memasuki medan pegunungan yang brutal. Pada etape 12 yang berakhir di Calar Alto, pembalap muda Slovenia, Jakob Omrzel, tampil gemilang dengan meraih kemenangan etape pertamanya di ajang Grand Tour. Sementara itu, pemimpin klasemen umum asal Spanyol, Enric Mas, berhasil memperkokoh posisinya lewat serangan telat yang mematikan.
Omrzel, yang baru berusia 20 tahun, menunjukkan dominasi luar biasa di tanjakan final sepanjang 17 kilometer. Ia melepas diri dari rombongan pelarian dan finis dengan keunggulan hampir dua menit atas pembalap Spanyol Urko Berrade. Santiago Buitrago dari Kolombia melengkapi podium ketiga. Kemenangan ini sekaligus membawa Omrzel merangsek ke posisi enam klasemen umum dan hanya terpaut 30 detik dari Oscar Onley dalam perebutan jersey putih pembalap muda terbaik.
Di sisi lain, Onley justru mengalami hari yang berat. Pembalap asal Inggris dari tim Netcompany Ineos itu terjatuh di awal etape dan kemudian tertinggal dari para pesaing utamanya di tanjakan terakhir. Ia finis lebih dari dua menit di belakang Mas dan turun satu peringkat ke posisi lima klasemen umum. Insiden ini menggarisbawahi betapa kerasnya persaingan di Vuelta tahun ini, di mana setiap detik sangat berharga.
Enric Mas, yang membela tim Movistar, melancarkan aksinya sekitar 13 kilometer sebelum garis finis. Ia berhasil meninggalkan rombongan kecil yang berisi juara empat kali Vuelta, Primoz Roglic, dan Felix Gall dari Austria. Dalam kondisi panas menyengat dengan lima tanjakan terklasifikasi, Mas menambah keunggulannya menjadi 27 detik atas kedua rivalnya tersebut. Ia finis di posisi keenam etape, tetapi yang terpenting, ia kini memimpin klasemen umum dengan selisih 1 menit 56 detik atas Roglic.
Konteks persaingan tahun ini menjadi semakin menarik setelah Tadej Pogacar, yang sebelumnya memimpin hampir empat menit, harus tersingkir pada etape delapan akibat patah tulang selangka. Cedera tersebut berpotensi mengakhiri musimnya. Tanpa Pogacar, panggung Vuelta kini terbuka lebar bagi Mas, Roglic, dan Gall untuk memperebutkan mahkota juara.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Vuelta a Espana selalu menjadi tontonan menarik karena menyajikan drama dan strategi yang berbeda dari Tour de France. Meski belum ada pembalap Indonesia yang tampil di ajang sebesar ini, perkembangan Omrzel yang masih muda bisa menjadi inspirasi bagi para pebalap muda Tanah Air yang bercita-cita menembus level Eropa. Selain itu, siaran langsung Vuelta yang kini semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengikuti aksi para pembalap top dunia.
Dengan sisa etape yang masih berat, termasuk tanjakan-tanjakan di sekitar Malaga dan Sierra Nevada, Granada, pertanyaan besarnya adalah: akankah Mas mampu mempertahankan jersey merah hingga garis finis di Andalusia pada 13 September mendatang? Atau justru Roglic yang berpengalaman akan menemukan celah untuk merebut gelar kelimanya? Yang jelas, Vuelta 2025 masih menyimpan banyak kejutan.



