Skotlandia Tunjuk Legenda Boling dan Judo sebagai Pembawa Bendera di Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Atlet boling Alex Marshall dan pejudo Sarah Adlington akan memimpin kontingen Skotlandia di upacara pembukaan Commonwealth Games Glasgow.
- Untuk pertama kalinya, seluruh 74 negara peserta membawa tongkat kerajaan yang dirancang khusus mewakili budaya masing-masing.
- Tongkat Inggris dibuat dari sampah plastik oleh seniman Cornwall, menyoroti isu lingkungan dalam ajang olahraga.

Skotlandia menunjuk atlet boling lima kali juara Commonwealth Games, Alex Marshall, dan pejudo dua kali peraih emas, Sarah Adlington, sebagai pembawa bendera dalam upacara pembukaan Commonwealth Games ke-22 di Glasgow, Kamis (20/7/2023). Keputusan ini mengukuhkan status Marshall sebagai atlet Skotlandia paling sukses di ajang tersebut dengan koleksi lima emas, satu perak, dan satu perunggu, sementara Adlington berpeluang meraih emas judo ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Inggris mengirimkan Sian Honnor, peraih empat medali di cabang boling, dan perenang Luke Greenbank sebagai pembawa bendera. Honnor telah meraih medali di setiap empat edisi Commonwealth Games yang diikutinya, sementara Greenbank menyumbang emas di nomor estafet 4x100m medley putra pada edisi Birmingham 2022. Sementara itu, Wales menunjuk petinju Rosie Eccles yang berulang tahun ke-30 pada hari upacara, bersama atlet boling Daniel Salmon. Irlandia Utara masih akan mengumumkan pasangan pembawa benderanya pada hari Kamis.
Marshall mengaku terharu saat mengetahui dirinya terpilih. "Ini kehormatan besar dan perasaan yang luar biasa. Tidak sering saya emosional, tapi pagi ini saya menitikkan air mata," ujarnya kepada BBC Sport. Honnor juga tidak menyangka namanya masuk dalam nominasi. "Saya pikir dimasukkannya cabang boling dalam daftar pendek adalah hal yang menakjubkan dan menjadi platform besar bagi olahraga ini. Terpilih, saya tidak bisa berkata-kata. Saya sangat bangga memimpin Inggris dengan cara ini," katanya.
Eccles menyebut tugasnya sebagai "kehormatan besar", sementara Salmon menangis saat diwawancarai BBC. "Saya masih sedikit tidak bisa berkata-kata. Saya merasa sangat bangga mewakili Wales, apalagi membawa bendera dan memimpin atlet-atlet hebat keluar," ujar Eccles.
Upacara pembukaan akan digelar di The Hydro, arena serbaguna di Glasgow. Para pembawa bendera tidak hanya membawa bendera negara masing-masing, tetapi juga tongkat kerajaan (King's baton) yang melambangkan persatuan Persemakmuran. Inovasi tahun ini adalah setiap negara dan teritori memiliki tongkat dengan desain unik yang mencerminkan budaya lokal. Tongkat Inggris, misalnya, diciptakan oleh seniman Cornwall Bonnie Steward. Ia menggunakan sampah plastik yang ditemukan di pantai dan kota untuk menggambarkan pemandangan Inggris, termasuk replika jembatan Ribblehead yang terbuat dari sisir rambut.
Steward mengaku proses kreatifnya sangat intens. "Saya bangun jam 4 pagi dan mulai mengerjakannya lagi. Ini benar-benar mengubah hidup saya. Melihat atlet-atlet inspiratif memegang karya saya, saya tidak akan pernah melupakan momen ini," katanya. Tongkat-tongkat tersebut merupakan simbol perjalanan kerajaan yang dimulai dari Istana Buckingham dan akan berakhir di Glasgow.
Bagi Indonesia, Commonwealth Games memang tidak diikuti karena Indonesia bukan anggota Persemakmuran. Namun, ajang ini tetap relevan sebagai tolok ukur prestasi olahraga regional Asia Tenggara, mengingat beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura turut berpartisipasi. Inovasi tongkat ramah lingkungan dari sampah plastik juga bisa menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan event olahraga di Indonesia untuk lebih peduli pada isu keberlanjutan.
Dengan semangat kompetisi yang tinggi dan sentuhan budaya yang kental, Commonwealth Games Glasgow 2023 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga perayaan keberagaman dan inovasi. Pertanyaannya, apakah tren penggunaan material daur ulang dalam simbol-simbol acara olahraga akan diadopsi lebih luas di masa depan?



