Cedera ACL dan Meniscus Kambuhkan Lagi, McGregor Target Comeback 2027
Baca dalam 60 detik
- Conor McGregor mengalami cedera ACL dan meniscus pada laga UFC 329 melawan Max Holloway, membuat pertarungan berakhir hanya dalam 69 detik.
- Cedera ini identik dengan yang pernah dialami McGregor di kaki sebelahnya saat melawan Holloway sebelumnya, memunculkan tanda tanya soal ketahanan fisik petarung Irlandia itu.
- McGregor optimistis bisa kembali bertarung pada musim panas 2027 berkat kemajuan teknologi regeneratif, namun jadwal comeback masih bergantung pada proses pemulihan.

Conor McGregor harus kembali menjalani operasi setelah mengalami cedera ligamen anterior (ACL) dan meniscus pada pertarungan UFC 329 melawan Max Holloway, 11 Juli lalu. Pertarungan yang dinanti-nantikan publik itu berakhir antiklimaks hanya dalam 69 detik setelah McGregor mendarat dengan posisi salah saat melancarkan tendangan lompat.
Petarung asal Irlandia berusia 38 tahun itu mengonfirmasi via media sosial bahwa cedera yang dideritanya adalah robekan ACL dan meniscus di kaki kiri. "Cedera ini sama persis dengan yang saya alami saat melawan Holloway pertama kali, hanya saja kali ini di kaki sebaliknya. Cukup mengejutkan," tulis McGregor, Minggu (19/7).
Insiden terjadi saat McGregor mencoba tendangan lompat (jump kick) di awal ronde pertama. Setelah mendarat, ia langsung terlihat kesakitan dan berusaha melanjutkan pertarungan selama beberapa detik sebelum akhirnya menoleh ke wasit untuk menghentikan laga. Holloway, yang sebelumnya juga pernah mengalahkan McGregor melalui TKO pada 2015, kembali keluar sebagai pemenang.
McGregor mengaku sudah bisa berjalan tanpa tongkat dan melakukan latihan leg extension tanpa masalah. "Dengan kemajuan pengobatan regeneratif dan metode latihan yang lebih baik saat ini, saya yakin bisa kembali pada musim panas mendatang," ujarnya. Namun, jadwal pasti kembalinya ia ke oktagon masih tergantung pada respons tubuh terhadap operasi dan rehabilitasi.
Bagi penggemar UFC di Indonesia, cedera McGregor kembali menjadi pengingat betapa rentannya atlet MMA terhadap cedera serius, terutama di usia yang tidak lagi muda. McGregor, yang pernah menjadi juara dua divisi (featherweight dan lightweight), belum pernah menang sejak 2020. Catatan medisnya kini menambah daftar panjang cedera yang pernah menghambat kariernya, termasuk patah tulang kaki kiri pada 2021.
Pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah McGregor kembali ke performa puncak di usia 39 tahun nanti? Atau justru cedera berulang ini menjadi sinyal bahwa masa kejayaannya telah berakhir? Yang jelas, UFC dan para penggemar akan terus memantau proses pemulihan salah satu petarung paling ikonik dalam sejarah MMA.



