Pimblett: Jika Kalah dari Saint-Denis, Saya Akan Pensiun
Baca dalam 60 detik
- Petarung UFC asal Inggris, Paddy Pimblett, mengaku siap gantung sarung tangan jika takluk dari Benoit Saint-Denis di UFC 329.
- Kemenangan cepat lewat submission dalam 52 detik membuat Pimblett naik ke peringkat lima kelas ringan UFC dan kembali membuka peluang perebutan gelar.
- Jalur Pimblett menuju sabuk juara masih terhalang oleh nama-nama seperti Justin Gaethje, Ilia Topuria, dan Charles Oliveira yang memiliki catatan lebih mentereng.

Paddy Pimblett mengaku telah mempertimbangkan pensiun dini jika ia gagal mengalahkan Benoit Saint-Denis pada ajang UFC 329 akhir pekan lalu. Petarung asal Liverpool itu mengungkapkan keraguan tersebut kepada pelatihnya, Paul Rimmer, sekitar empat hingga lima pekan sebelum pertarungan.
Dalam laga yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Pimblett sukses mengunci kemenangan melalui submission hanya dalam waktu 52 detik. Hasil ini menjadi yang ke-24 dari 28 pertarungan profesionalnya, sekaligus membangkitkan ambisinya untuk merebut sabuk juara kelas ringan UFC. Sebelumnya, pada Januari lalu, ia harus mengakui keunggulan Justin Gaethje dalam perebutan gelar interim.
"Jika saya tidak bisa mengalahkan BSD (Saint-Denis), apa gunanya bertarung lagi? Saya mungkin akan pensiun," ujar Pimblett dalam wawancara usai pertarungan. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah menjadi yang terbaik di dunia, dan kekalahan dari petarung peringkat bawah akan menjadi pukulan telak bagi kariernya.
Kemenangan atas Saint-Denis, yang sebelumnya berada dalam tren positif empat kemenangan beruntun, menjadi titik balik bagi Pimblett. Ia mengakui bahwa keberhasilan Justin Gaethje mengalahkan Ilia Topuria untuk merebut sabuk juara tak terbantahkan pada bulan lalu menjadi motivasi ekstra. "Itu adalah salah satu tendangan terbesar yang pernah saya terima. Itu menyalakan api di dalam diri saya," tambahnya.
Meski kemenangan ini membuka peluang, jalan Pimblett menuju sabuk juara masih panjang. Justin Gaethje, yang kini menjadi juara, memiliki sejumlah penantang potensial. Ilia Topuria menyatakan bahwa "ceritanya" dengan Gaethje belum selesai, sementara Arman Tsarukyan yang duduk di peringkat kedua tengah dalam rentetan lima kemenangan beruntun. Charles Oliveira, mantan juara dan peringkat ketiga, juga memiliki catatan impresif dengan dua kemenangan beruntun, termasuk kemenangan atas Gaethje pada 2022. Max Holloway, yang menempati peringkat keempat, baru saja mengalahkan Conor McGregor dan sebelumnya menghentikan Gaethje melalui KO yang disebut komentator Joe Rogan sebagai "KO abad ini".
Bagi penggemar MMA di Indonesia, perkembangan ini menambah dinamika kelas ringan UFC yang semakin kompetitif. Dengan banyaknya petarung top yang saling sikut, peluang Pimblett untuk mendapatkan kesempatan title shot masih harus bersaing dengan nama-nama besar. Pertanyaan besarnya, akankah Pimblett mampu melewati para raksasa tersebut, atau justru ambisinya kembali terhenti seperti sebelumnya?



