Freiburg Rekrut Yannick Engelhardt: Gelandang Serba Bisa Kembali ke Rumah
Baca dalam 60 detik
- Freiburg mengamankan jasa Yannick Engelhardt secara permanen setelah peminjaman di Borussia Mönchengladbach.
- Gelandang 25 tahun itu diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Johan Manzambi yang hengkang ke Aston Villa.
- Engelhardt dinilai memiliki kemampuan organisasi dan teknik mumpuni, siap bersaing di Bundesliga 2026/27.

SC Freiburg resmi mengontrak permanen gelandang Yannick Engelhardt untuk musim 2026/27, membawa pulang pemain jebolan akademi Werder Bremen yang sebelumnya memperkuat tim kedua Freiburg pada 2021–2023. Langkah ini menjadi jawaban atas kepergian Johan Manzambi ke Aston Villa, sekaligus memperkuat lini tengah yang membutuhkan sosok kreatif dan disiplin.
Engelhardt, 25 tahun, menjalani musim peminjaman yang solid di Borussia Mönchengladbach dengan 33 penampilan di semua ajang. Sebelumnya, ia sempat merasakan atmosfer Serie A bersama Como, mencatatkan 26 laga. Direktur Olahraga Freiburg, Klemens Hartenbach, menilai Engelhardt sebagai pemain dengan kemampuan membaca pertandingan yang tajam dan teknik mumpuni. “Di dua klub terakhirnya, kemampuan organisasinya sangat dihargai. Kini kami perlu memadukannya dengan naluri menyerang,” ujar Hartenbach.
Kembalinya Engelhardt ke Freiburg bukan sekadar nostalgia. Ia pernah membela tim cadangan Freiburg sebelum pindah ke Fortuna Düsseldorf, lalu merantau ke Italia dan kembali ke Jerman. Pengalaman lintas liga itu diyakini memperkaya wawasan taktisnya. Pelatih Julian Schuster kini memiliki opsi fleksibel di lini tengah, baik sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box.
Kepergian Manzambi ke Premier League membuka celah di skuad Freiburg. Engelhardt diharapkan langsung beradaptasi karena sudah mengenal lingkungan klub. “Hubungan saya dengan Freiburg tidak pernah putus, baik dengan pemain maupun manajemen. Kembali ke sini terasa sangat tepat. Ambisi klub tinggi, dan saya lapar akan tantangan,” kata Engelhardt dalam pernyataan resmi.
Bagi pengamat sepak bola Jerman, keputusan Freiburg merekrut pemain yang sudah matang secara usia dan pengalaman menunjukkan strategi klub yang tidak hanya mengandalkan pemain muda. Engelhardt hadir dengan jam terbang tinggi di Bundesliga dan Serie A, menjadikannya aset berharga untuk bersaing di papan tengah atas. Musim depan, Freiburg juga akan tampil di kompetisi Eropa, sehingga kedalaman skuad menjadi krusial.
Dari sisi taktik, Engelhardt bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Kemampuannya membaca permainan dan distribusi bola yang akurat akan sangat membantu transisi cepat yang menjadi ciri khas Freiburg. Tantangan terbesarnya adalah konsistensi performa dan adaptasi dengan sistem Schuster yang menuntut pressing tinggi.
Transfer ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif persaingan Bundesliga. Freiburg kerap menjadi kuda hitam yang merepotkan tim besar. Dengan tambahan amunisi di lini tengah, mereka berpotensi kembali menembus papan atas. Namun, persaingan semakin ketat dengan kehadiran pelatih anyar di beberapa klub. Mampukah Engelhardt menjadi kunci kebangkitan Freiburg? Jawabannya akan terlihat saat musim bergulir.



