Banjir Bandang di Lai Chau, Vietnam: 4 Tewas, 4 Hilang, Ratusan Rumah Terendam
Baca dalam 60 detik
- Banjir bandang menerjang Desa Muong Than di Provinsi Lai Chau, Vietnam utara, menewaskan empat orang dan empat lainnya masih hilang.
- Bencana ini dipicu hujan deras sejak Rabu, merusak jalan, jaringan listrik, dan 238 hektare tanaman pangan.
- Vietnam mencatat 489 kematian akibat bencana alam tahun lalu, mayoritas banjir; hujan ekstrem diprediksi masih berlanjut.

Banjir bandang yang menerjang Desa Muong Than di Provinsi Lai Chau, Vietnam utara, pada Jumat (18/7) dini hari menewaskan sedikitnya empat orang dan empat lainnya dinyatakan hilang. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir, memicu longsor dan genangan yang melumpuhkan akses warga.
Menurut laporan Vietnam News Agency, banjir juga melukai tujuh orang dan merendam puluhan rumah. Foto-foto yang dirilis menunjukkan lumpur merah dan air bah menutupi desa, dengan tumpukan batu dan kayu berserakan di jalan yang rusak. Bencana ini menambah panjang daftar tragedi musim hujan di Vietnam, yang puncaknya terjadi pada Juli hingga September setiap tahun.
Badan penanggulangan bencana Vietnam mencatat bahwa sejak Rabu, hujan lebat telah memicu longsor dan banjir bandang yang merusak jalan, jaringan listrik, dan ratusan rumah di wilayah tersebut. Sebanyak 238 hektare tanaman pangan juga terendam, mengancam pasokan pangan lokal. Peringatan dini dikeluarkan untuk potensi banjir susulan dan longsor, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga akhir pekan.
Vietnam termasuk negara yang paling rawan terhadap bencana alam di Asia Tenggara. Data pemerintah menunjukkan bahwa pada tahun lalu, bencana alam—terutama banjir—menewaskan 489 orang. Angka ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim memperparah intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem di kawasan ini. Bagi Indonesia, yang juga menghadapi ancaman serupa, pengalaman Vietnam menjadi pelajaran berharga dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa pola cuaca La Niña yang aktif dapat memperkuat musim hujan di Asia Tenggara, meningkatkan risiko banjir dan longsor. Pemerintah Vietnam telah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan ke daerah terdampak, namun akses yang terbatas akibat kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa siap negara-negara di kawasan ini menghadapi bencana yang kian sering terjadi?



