Setahun Hampir Tewas, Ben Askren Kembali Bertarung di Hari Ulang Tahun ke-42
Baca dalam 60 detik
- Mantan petarung UFC Ben Askren akan menjalani laga gulat pada Sabtu ini, tepat setahun setelah menjalani transplantasi paru-paru ganda akibat infeksi parah.
- Askren sempat koma 37 hari, kehilangan sepertiga berat badan, dan harus belajar kembali berjalan, bicara, serta makan.
- Pertarungan melawan mantan juara welter UFC Belal Muhammad digelar di Milwaukee, kota kelahiran Askren, dan disebutnya sebagai perayaan hidup.

Ben Askren, mantan petarung UFC yang nyaris meregang nyawa setahun lalu akibat infeksi bakteri mematikan, akan kembali naik ke atas ring pada Sabtu (19/7) untuk sebuah pertarungan gulat yang digelar di kampung halamannya, Milwaukee, Wisconsin. Laga ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahunnya yang ke-42.
Askren menjalani transplantasi paru-paru ganda pada 28 Juni 2025 setelah infeksi staph yang dideritanya berkembang menjadi pneumonia. Dalam prosesnya, ia mengaku "mati empat kali" dan harus terbaring koma selama 37 hari. Berat badannya merosot hingga 63 kilogramโhampir sepertiga dari bobot normalnyaโdan ia kehilangan kemampuan dasar seperti berjalan, berbicara, dan makan.
Pertarungan ini diorganisir oleh Real American Freestyle (RAF), organisasi gulat yang pertama kali merekrut Askren pada Mei 2025. Lawannya adalah Belal Muhammad, mantan juara kelas welter UFC. Askren menegaskan laga ini hanya sekali saja dan tidak akan berlanjut ke pertandingan lain. "Saya tidak sedang membangun karier lagi. Saya hanya ingin gulat," ujarnya.
Askren memulai karier olahraganya sebagai pegulat sebelum beralih ke MMA. Ia bertarung tiga kali di UFC dan pensiun pada 2019. Pada 2021, ia kalah dalam pertarungan tinju dari YouTuber Jake Paul. Setelah itu, ia sempat menjadi komentator, duta, dan pencari bakat untuk RAF sebelum infeksi menghentikan semuanya.
Dalam wawancara dengan BBC Sport, Askren mengaku bahwa pengalaman hampir mati telah mengubah persepsinya tentang hidup dan kematian. "Setahun yang lalu saya memohon pada perawat untuk mengizinkan saya pulang pada hari ulang tahun, karena sudah 50 hari di rumah sakit. Mereka menolak karena saya tidak bisa berdiri atau ke kamar mandi sendiri," kenangnya. Kini, ia hanya ingin menikmati momen: "Saya bisa gulat. Itu saja. Saya sangat bahagia."
Pertarungan Askren vs. Muhammad menjadi bagian dari kartu utama yang juga menampilkan Colby Covington dan Arman Tsarukyan, dua mantan petarung UFC lainnya. Bagi penggemar MMA di Indonesia, kisah Askren menjadi pengingat bahwa atlet papan atas pun tidak kebal terhadap risiko kesehatan serius. Di tengah maraknya olahraga tarung di Tanah Air, kasus Askren menyoroti pentingnya deteksi dini infeksi dan pemulihan pascaoperasi besar.
Ke depan, publik akan menyaksikan apakah Askren mampu tampil kompetitif setelah menjalani pemulihan yang luar biasa. Namun, terlepas dari hasil akhir, laga ini telah menjadi simbol ketangguhan manusia dalam menghadapi batas kehidupan.



