Viral Video Keluhan Lapangan Tenis, SportSG Bergerak Cepat Tambah Kuota Publik
Baca dalam 60 detik
- SportSG bersama STA dan The Kallang Group mengumumkan langkah konsolidasi latihan nasional di Kallang Tennis Hub untuk membebaskan lebih banyak lapangan bagi pemesanan umum.
- Kebijakan ini dipicu unggahan Instagram Leslie Ng yang menyoroti sulitnya memesan lapangan tenis publik di Singapura, yang langsung mendapat respons luas dari masyarakat.
- Ke depan, sistem pemesanan akan diperketat dengan pembatasan pembatalan dan larangan bagi pelanggar berulang demi optimalisasi fasilitas olahraga yang terbatas.

Sport Singapore (SportSG) bersama Singapore Tennis Association (STA) dan The Kallang Group akhirnya mengambil langkah konkret menambah ketersediaan lapangan tenis untuk publik setelah unggahan media sosial seorang warga menyoroti betapa sulitnya mendapatkan slot pemesanan. Dalam pernyataan bersama Jumat (17/7), ketiga lembaga itu mengumumkan akan memusatkan seluruh latihan skuad nasional di Kallang Tennis Hub dan menjadwalkan ulang sesi latihan agar lebih banyak lapangan bisa dilepas untuk masyarakat umum.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap video Instagram yang diunggah oleh Leslie Ng, pemilik akun @sgphysiobarn, yang mengeluhkan bahwa memesan lapangan tenis umum di Singapura adalah โhal tersulit di dunia.โ Dalam videonya, Ng menyoroti bahwa lapangan di Kallang Tennis Hub kerap diblokir oleh STA untuk latihan, namun nyatanya sering kosong tanpa digunakan. โJika tidak dipakai, kenapa tidak dilepas saja?โ ujarnya, menirukan keluhan yang juga diamini oleh banyak pengguna dan pelatih tenis.
Pelatih tenis Christabelle Ong mengonfirmasi fenomena tersebut. Ia kerap melihat lapangan kosong di Kallang Tennis Hub meski secara daring tidak tersedia untuk dipesan. โLebih baik dilepas meski mendadak, daripada dibiarkan kosong,โ katanya kepada CNA. Keluhan ini mencerminkan ketidakseimbangan antara alokasi untuk pembinaan atlet dan kebutuhan rekreasi warga yang kian meningkat.
Menariknya, Ng mengaku terkejut dengan respons publik yang meledak setelah videonya viral. โSaya tahu akan ada komentar, tapi tidak menyangka secepat ini. Ada banyak frustrasi yang terpendam dari masyarakat dan pelatih,โ katanya. Ia menambahkan bahwa Singapura yang sempit menuntut pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien. Sebagai solusi, Ng mengusulkan pembatasan jumlah pembatalan dan larangan pemesanan bagi pelanggar berulang selama setahun penuh.
Bagi Indonesia, kisruh ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan fasilitas olahraga publik seringkali menghadapi dilema serupa: antara prioritas pembinaan atlet elit dan akses rekreasi warga. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, lapangan tenis milik pemerintah daerah atau pusat olahraga juga kerap dikeluhkan sulit diakses karena diblokir untuk klub atau pelatihan. Jika Singapura yang terkenal efisien saja harus menyesuaikan kebijakan, Indonesia pun perlu mengevaluasi transparansi alokasi jadwal dan sistem pemesanan daring agar tidak timbul kesenjangan akses.
Ke depan, efektivitas langkah SportSG akan diuji oleh seberapa cepat lapangan yang dibebaskan benar-benar terisi dan apakah keluhan pengguna mereda. Pertanyaan yang tersisa: mampukah sistem pemesanan yang baru mencegah praktik โblock bookingโ yang tidak produktif, atau justru memicu persaingan baru di menit-menit terakhir?



