Drama di Royal Birkdale: Bryson DeChambeau Kena Pinalti Dua Pukulan, Peluang Juara The Open Terancam
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Amerika Serikat Bryson DeChambeau mendapatkan pinalti dua pukulan karena dianggap memperbaiki posisi bola secara tidak sengaja pada hole kelima.
- Pinalti tersebut membuat DeChambeau turun dari posisi satu pukulan di belakang pemimpin menjadi tertinggal tiga pukulan, mengubah peta persaingan di turnamen mayor.
- Insiden ini memicu diskusi panjang dengan ofisial R&A dan menyoroti ketatnya aturan golf profesional, terutama dalam hal menjaga kondisi lapangan.

Bryson DeChambeau harus merelakan posisinya di papan atas klasemen The Open setelah ofisial turnamen menjatuhkan pinalti dua pukulan pada babak kedua di Royal Birkdale, Jumat malam waktu setempat. Pinalti itu membuat peraih medali emas Olimpiade tersebut turun dari tujuh under par menjadi lima under par, sekaligus menjauhkannya tiga pukulan dari pemimpin sementara, Lucas Herbert.
Kejadian bermula saat DeChambeau menyelesaikan putaran kedua dengan skor impresif 66 pukulan (empat under par) dan sempat naik ke posisi kedua, hanya satu pukulan di belakang Herbert. Namun, begitu meninggalkan lapangan, ia langsung ditarik oleh ofisial untuk diperiksa terkait dugaan pelanggaran pada hole kelima. DeChambeau dituduh menginjak rumput panjang di dekat bolanya, yang dianggap ofisial sebagai upaya memperbaiki lie secara tidak sengaja.
Setelah diskusi alot selama lebih dari 20 menit di ruang pencatat skor, yang melibatkan CEO R&A Mark Darbon, pinalti dua pukulan resmi dijatuhkan. DeChambeau terlihat frustrasi selama pemeriksaan, namun saat keluar ia hanya tersenyum dan berkata, "Apa kalian bersenang-senang? Aku bersenang-senang," sebelum menuju driving range untuk berlatih. Ia juga sempat berfoto selfie dengan penggemar.
Insiden ini mengingatkan pada kasus serupa di masa lalu, seperti pinalti yang dialami Tiger Woods pada Masters 2013 karena menyentuh tanah saat mengeluarkan bola dari rough. Aturan golf memang ketat dalam hal menjaga kondisi lapangan, dan ofisial tidak segan menjatuhkan sanksi meski pelanggaran dianggap tidak disengaja. Bagi DeChambeau, pinalti ini menjadi pukulan telak karena ia tengah dalam performa terbaiknya musim ini.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran tentang betapa detailnya aturan dalam olahraga golf. Turnamen mayor seperti The Open menuntut konsentrasi penuh tidak hanya pada pukulan, tetapi juga pada setiap langkah dan gerakan di lapangan. DeChambeau, yang dikenal dengan pendekatan sains dan teknik uniknya, kini harus berjuang lebih keras di dua babak tersisa untuk mengejar ketertinggalan.
Dengan tiga pukulan di belakang Herbert dan persaingan yang masih ketat, mampukah DeChambeau bangkit? Atau justru pinalti ini akan menjadi titik balik yang menghancurkan peluangnya? Babak ketiga yang akan dimulai Sabtu akan menjadi ujian mental bagi pegolf berusia 30 tahun tersebut.



