Wales Menantang Juara Bertahan: Mampukah Mengulang Kejutan 2022 di Durban?
Baca dalam 60 detik
- Wales akan menghadapi Afrika Selatan di Durban dalam laga penutup tur, dengan status sebagai tim underdog peringkat 12 dunia.
- Pelatih Steve Tandy melakukan enam perubahan susunan pemain, termasuk di posisi fly-half dan centre, demi mencari formula terbaik.
- Kemenangan tipis Wales di Bloemfontein 2022 menjadi satu-satunya catatan manis di kandang Springboks, namun kali ini lawan jauh lebih perkasa.

Setelah menjalani tur panjang yang menguras fisik dan mental, Wales tiba di Durban dengan satu misi terakhir: menjungkalkan juara dunia ganda Afrika Selatan di kandang mereka sendiri. Pertandingan di Kings Park, Sabtu malam, akan menjadi ujian pamungkas bagi skuad asuhan Steve Tandy yang musim ini baru mengoleksi tiga kemenangan dari sebelas laga uji coba.
Kapten Dewi Lake kembali memimpin tim setelah pulih dari cedera yang dialami saat melawan Argentina. Ia menjadi simbol kebangkitan Wales di tengah tekanan besar. โKami harus tampil fisik. Jika tidak, situasi bisa lepas kendali,โ ujar Lake, mengingat kekalahan telak 73-0 dari Springboks di Cardiff tahun lalu.
Afrika Selatan, yang kini duduk di puncak peringkat dunia, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Rassie Erasmus melakukan sepuluh perubahan pada starting line-up, termasuk memberikan debut kepada empat pemain tanpa caps. Yang paling mencuri perhatian adalah Vusi Moyo, pemain fly-half berusia 20 tahun yang baru tampil sekali untuk klubnya, Sharks. Moyo menjadi pemain termuda yang pernah memperkuat Springboks di posisi tersebut.
Meski di atas kertas Wales tidak diunggulkan, sejarah menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan kejutan. Pada tur 2022, Wales menang dramatis 13-12 di Bloemfontein berkat percobaan Josh Adams dan konversi Gareth Anscombe. Namun, saat itu Afrika Selatan melakukan 14 perubahan pemain. Kini, Erasmus hanya mempertahankan tiga pemain yang menjadi starter di tiga laga sebelumnya: Pieter-Steph du Toit, Paul de Villiers, dan Jessie Kriel.
Kekuatan Afrika Selatan tidak hanya terletak pada starter, tetapi juga bangku cadangan yang diisi pemain berkualitas seperti Manie Libbok, Damian Willemse, dan Herschel Jantjies. Dengan cedera yang menimpa sejumlah pilar seperti Eben Etzebeth dan Franco Mostert, Erasmus tetap tenang karena kedalaman skuadnya luar biasa. โKami punya rencana rotasi dan ini bagian dari persiapan menuju Piala Dunia tahun depan,โ ujar Erasmus.
Bagi Wales, laga ini menjadi ajang pembuktian setelah musim yang berat. Tandy, yang baru menjalani musim pertama sebagai pelatih kepala, mengakui timnya masih dalam proses pengembangan. โKami berkembang sebagai tim dan mengakhiri musim melawan juara dunia adalah pengalaman luar biasa,โ katanya. Enam perubahan yang ia lakukan di lini belakang menunjukkan ia masih mencari komposisi ideal.
Dari sisi atmosfer, Kings Park dipastikan akan meriah. Panitia menyediakan seluncuran air, kolam renang, dan pantai buatan di dalam stadion. Namun, kontroversi harga tiket yang dinilai terlalu mahal sempat mencuat, meski otoritas setempat berjanji akan meninjau kebijakan tersebut.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik untuk melihat bagaimana tim underdog berjuang melawan raksasa. Pelajaran tentang kedisiplinan, strategi, dan ketahanan fisik bisa diambil dari gaya bermain Wales yang pantang menyerah. Apakah Wales mampu mengulang keajaiban 2022? Ataukah Afrika Selatan akan menunjukkan dominasinya dan memperpanjang rekor kemenangan beruntun?



