Ladang Kentang Berubah Jadi Stadion Kriket: Kisah Petani Jersey yang Mengubah Impian Jadi Lapangan Internasional
Baca dalam 60 detik
- Jimmy Perchard, seorang petani di Jersey, mengubah ladang kentangnya menjadi lapangan kriket berstandar internasional yang kini menjadi markas klub Farmers Cricket Club.
- Lapangan tersebut telah melahirkan pemain timnas Jersey, termasuk putra Perchard, Charles, yang menjadi kapten, serta bintang muda Asa Tribe yang masuk skuad England A.
- Farmers Field menjadi simbol bagaimana inisiatif pribadi dapat mendorong prestasi olahraga nasional, menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan bakat dari akar rumput.

Ladang kentang seluas hektar di St Martin, Jersey, berubah menjadi lapangan kriket internasional yang menjadi saksi lahirnya pemain-pemain tim nasional. Jimmy Perchard, petani setempat, mewujudkan mimpi yang semula hanya bahan obrolan di pub pada 1977: memiliki lapangan kriket sendiri. Kini, Farmers Field bukan sekadar tempat bermain, melainkan pusat pembibitan atlet yang membawa Jersey ke ambang Piala Dunia T20.
Perjalanan dimulai pada 2003 ketika Perchard mengajukan izin mendirikan bangunan untuk mengubah ladangnya menjadi lapangan. Dua tahun kemudian, bola pertama resmi dilempar di hadapan mantan kapten Inggris Mike Gatting. "Kadang Anda harus berani mengambil risiko," ujar Perchard. Awalnya hanya sebuah lapangan sederhana dengan portakabin sebagai ruang ganti, namun secara bertahap ia menambahkan pagar piket, layar penglihatan, dan infrastruktur lain berkat sponsor.
Dua dekade berselang, Farmers Field menjadi saksi kemenangan bersejarah. Pada 2023, Farmers Cricket Club menjadi klub pertama dari Jersey yang memenangkan European Cricket League, turnamen 10-over antar klub papan atas Eropa. Di final, tim yang berasal dari paroki berpenduduk 4.000 jiwa itu mengalahkan Roma Cricket Club dari ibu kota Italia yang berpenduduk 2,75 juta dengan selisih 42 run. Lapangan ini juga menjadi tempat tim nasional Jersey lolos ke kualifikasi Piala Dunia Global untuk pertama kalinya setelah mengalahkan tim nasional Italia.
Kesuksesan lapangan ini tak lepas dari peran keluarga Perchard. Putra Jimmy, Charles Perchard, yang tumbuh besar di samping lapangan, menjadi kapten tim nasional Jersey sejak 2017. "Berjalan keluar sebagai kapten di lapangan itu membuat saya merinding. Melihat ayah di pinggir lapangan dan seluruh keluarga hadir, itu momen yang sangat istimewa," kenang Charles. Ia menambahkan bahwa banyak pemain tim nasional saat ini berasal dari "pipa" pembinaan Farmers Field. "Banyak rasa terima kasih harus diberikan kepada ayah saya dan Farmers Cricket Club atas dukungan mereka dalam membantu pemain muda berkembang."
Salah satu produk unggulan dari sistem pembinaan ini adalah Asa Tribe, pemukul muda yang kini membela Glamorgan dan England A. Tribe, yang menjadikan Farmers Field sebagai lapangan kandangnya, disebut-sebut sebagai salah satu prospek paling cemerlang di kriket county Inggris. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi anak-anak di Jersey untuk bermimpi menjadi pemain kriket profesional. "Sungguh luar biasa bahwa anak-anak sekarang bisa melihat Asa sebagai panutan," kata Charles.
Bagi Indonesia, kisah Farmers Field memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana inisiatif individu dapat menggerakkan ekosistem olahraga nasional. Di tengah minimnya infrastruktur kriket di Tanah Air, model pengembangan dari akar rumput seperti yang dilakukan Perchard bisa menjadi alternatif untuk menjaring bibit-bibit unggul. Jersey yang hanya berpenduduk sekitar 100.000 jiwa mampu bersaing di level internasional berkat lapangan yang dibangun dari ladang kentang. Pertanyaannya, mampukah Indonesia meniru langkah serupa untuk mengangkat olahraga yang mulai populer di kalangan anak muda ini?



