Tadahito Iguchi, Eks Bintang MLB, Dikabarkan Bakal Nahkodai Timnas Baseball Jepang
Baca dalam 60 detik
- Mantan pemain Chicago White Sox dan manajer Lotte Marines, Tadahito Iguchi, menjadi kandidat utama pelatih Samurai Japan.
- Iguchi diperkirakan akan memulai tugasnya pada Asia Professional Baseball Championship November mendatang, menggantikan Kazuhiro Ibata.
- Target utama timnas Jepang adalah merebut emas Olimpiade Los Angeles 2028, setelah baseball kembali dipertandingkan.

Tadahito Iguchi, mantan pemain Major League Baseball (MLB) yang juga pernah menukangi Lotte Marines, disebut-sebut sebagai calon terkuat untuk menjadi manajer baru tim nasional baseball Jepang, Samurai Japan. Kabar ini mengemuka dari sumber internal Federasi Baseball Jepang pada Jumat pekan lalu.
Iguchi, yang kini berusia 51 tahun, diproyeksikan menggantikan Kazuhiro Ibata. Ibata sendiri mengundurkan diri setelah Samurai Japan tersingkir di perempatfinal World Baseball Classic (WBC) awal tahun ini oleh Venezuela. Jika resmi ditunjuk, Iguchi akan memulai tugasnya pada ajang Asia Professional Baseball Championship yang digelar November mendatang.
Keputusan ini dinilai strategis mengingat Jepang tengah mempersiapkan diri menuju Olimpiade Los Angeles 2028, di mana baseball kembali masuk dalam program setelah absen pada edisi 2024. Samurai Japan berambisi mempertahankan gelar juara Olimpiade yang diraih di Tokyo 2020.
Lahir di Tokyo, Iguchi memulai karier profesionalnya pada 1997 bersama Daiei Hawks (kini SoftBank Hawks). Ia menghabiskan delapan musim di Jepang sebelum merambah MLB pada 2005. Bersama Chicago White Sox, Iguchi merasakan gelar World Series di tahun yang sama. Ia juga pernah membela Philadelphia Phillies dan San Diego Padres sebelum pulang ke Jepang untuk bermain bagi Lotte Marines. Pada 2018, ia dipercaya menangani klub berbasis di Chiba tersebut selama lima musim.
Bagi pencinta baseball di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana Jepang serius membangun tim nasional berkaliber juara. Dengan pengalaman Iguchi di dua budaya baseball—Jepang yang disiplin dan Amerika yang agresif—ia diharapkan mampu membawa perspektif baru. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan baseball di Indonesia yang masih mencari format ideal pembinaan atlet.
Menurut analis olahraga, Iguchi dinilai tepat karena rekam jejaknya sebagai pemain dan pelatih. "Ia memahami tekanan turnamen global sekaligus cara mengelola pemain muda," ujar seorang pengamat baseball Jepang. Namun, tantangan terbesarnya adalah menyatukan pemain yang mayoritas berasal dari Nippon Professional Baseball (NPB) dengan mereka yang berkarier di MLB.
Ke depan, publik akan menanti apakah Iguchi mampu membawa Samurai Japan meraih emas di Los Angeles 2028. Pertanyaan besarnya: bisakah ia mengulang kesuksesan seperti yang diraih Atsunori Inaba di Tokyo 2020?



