Joe Root Bawa Inggris Samakan Kedudukan, Seri ODI India-England Menuju Lord's
Baca dalam 60 detik
- Joe Root mencetak 99 not out dari 133 bola, memimpin Inggris menang empat wicket atas India di Cardiff dan menyamakan skor seri 1-1.
- India, yang sempat unggul di awal, kehilangan tujuh wicket terakhir hanya dengan 55 run setelah ditahan oleh Jofra Archer dan Gus Atkinson.
- Pertandingan penentu di Lord's pada Minggu mendatang akan menjadi ujian bagi kedua tim, dengan Inggris percaya diri setelah kemenangan 'kotor' ini.

Joe Root memastikan kemenangan Inggris atas India dalam pertandingan One Day International (ODI) kedua di Cardiff, Selasa (16/7), dengan skor empat wicket. Hasil ini menyamakan kedudukan seri 1-1 dan memaksa pertandingan ketiga yang menentukan di Lord's pada Minggu mendatang.
Root, yang kini berusia 35 tahun, mencetak 99 run tidak terkalahkan dari 133 bola, termasuk sembilan four. Ini adalah skor kelima berturut-turut di atas 50 dalam karier ODI-nya. Meskipun gagal mencapai abad, Root mengaku prioritas utamanya adalah membawa tim melewati garis finis. "Bukan itu yang Anda perjuangkan," kata Root yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. "Hanya berada di sana pada akhirnya dan menyelesaikan tugas mungkin adalah perasaan terbaik yang bisa Anda dapatkan dalam kriket."
Inggris mengejar target 233 run yang ditetapkan India dengan 35 bola tersisa. India, yang merupakan tim peringkat satu dunia, sebelumnya unggul di angka 104-1, namun kemudian kehilangan tujuh wicket terakhir hanya dengan 55 run. Shreyas Iyer menjadi pencetak skor tertinggi untuk India dengan 66 run, sementara Virat Kohli menambahkan 65 runโitu adalah inning ke-132 dengan skor 50 atau lebih dalam karier ODI-nya. Namun, kegagalan middle-order India menjadi titik balik.
Jofra Archer menjadi mimpi buruk bagi India dengan mengambil 3 wicket untuk 47 run, termasuk dua wicket beruntun yang nyaris memberinya hat-trick. Gus Atkinson juga tampil impresif dengan 3-50, catatan terbaiknya di ODI. Dari sisi India, Jasprit Bumrah memberikan perlawanan dengan 20 run tidak terkalahkan, skor tertingginya di ODI, dan juga memecahkan wicket Ben Duckett pada bola pertama inning Inggris.
Kapten India, Shubman Gill, mengakui kekecewaannya. "Kami pikir 300-310 akan menjadi total yang bagus setelah 25 over ketika kami dalam posisi bagus, tapi kami kehilangan terlalu banyak wicket di middle over," ujarnya. "Kami tahu pemain tailend kami bukan batsmen terbaik, tapi kami berharap lebih dari middle-order bawah. Kami tidak bisa memanfaatkan awal yang kami dapat."
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik karena kriket semakin populer di tanah air, terutama dengan munculnya pemain diaspora dan turnamen lokal. Pertandingan penentu di Lord's akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Inggris, dengan kemenangan 'kotor' ini, menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Bisakah mereka mengulanginya di bawah tekanan? Atau India akan bangkit dan merebut seri? Semua akan terjawab di Lord's.



